Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Makale, LEKATNEWS -- Akhir tahun menjadi penghujung segala kegiatan di Tahun Anggaran 2019. Bagi sebagian orang yang sudah sangat mapan, akhir tahun bukanlah hal yang terlalu luar biasa, karena perputaran uang dialaminya seriap saat, bahkan surplus. Namun, mari kita lihat yang terjadi dengan sekelompok orang yang menjadi Pengusaha di bisang Konstruksi, utamnya di Tana Toraja, akhir tahun menjadi harapan perolehan keuntungan yang diperolehnya karena kontrak pekerjaan yang telah dilaksanakannya.

Tahun 2019, bahkan akhir tahun menjadi momok bagi kontraktor yang sampai h-2 akhir pembayaran pekerjaan mereka namun tidak ada yang dapat diharapkannya? Miris melihatnya. Mari kita lihat, buruh dan tukang yang selama ini mereka pekerjakan, bahkan melewati Natal dengan Doa akan terbayarkan upah mereka, namun, apa daya Surat Perintah Membayar (SPM) bahkan belum bisa dibuatkan, lantaran keuangan yang tidak terisi sesuai target. Ada apa dengan Pemerintahan saat ini di Kabupaten Tana Toraja?

Kelurahan seragam, "Tidak Ada Dana", seakan lagu wajib di penghujung tahun 2019, dibalik gemerlapnya "Kemilau Toraja"?

Apa yang sebenarnya terjadi?
Dari hasil investigasi, menurut Direktur LSM LEKAT (Lembaga Kajian Toraja), Ferryanto Belopadang seridaknya ada beberapa faktor yang mendasari. "Ada beberapa faktor yang mendasari kondisi ini, diantaranya pada target capaian PAD yang jauh dari harapan" ungkapnya. Termasuk Perencanaan, masih Ferryanto yang juga Ketua IWO (Ikatan Wartawan Online) Toraja. "Beban belanja Pegawai (ASN) yang berkisar 600M, dan ditargetkan 1,2T utk tahun 2019 itu tidak tercapai maksimal, menjadi penyebab kondisi akhir tahun"keluhnya.

Eksekutif dan Legislatif seharusnya tanggung-renteng, menghadapi kondisi ini."Pemerintah Kabupaten dan DPRD Tana Toraja harus sepaham menghadapi kondisi ini, karena sebelumnya telah dibuatkan "Nota Kesepahaman" APBD 2019"jelas Ferryanto.

Adakah inovasi untuk menghadapi situasi ini, dimana letak molornya pendapatan? Sebagai masyarakat marilah kita turut prihatin, karena Tahun 2020 kita memasuki "Gerbang Pilkada", tidakkah ini dapat menjadi sandungan bagi Incumbent, seandainya "Maju Kembali?".

"Bahkan untuk mendapatkan sejenis kredit lunak dari Bank, secara praktis tidak memungkinkan lagi Seharusnya upaya ini sudah dipikirkan saat pencapaian target di triwulan ketiga sudah seret?" urai Ryan panggilan Direktur LSM LEKAT.

Semoga di injury time dapat semua terkendali dan indah pada waktunya."Kita berharap untuk pekerjaan yang selesai fisik dan administrasinya, dapat dibayarkan paling lambat bulan Februari 2020. Sehingga tidak berlarut-larut" tutup Ryan.(*)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top