Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Makale, Maraknya aktifitas penambangan liar (illegal) semakin marak, memang dirasakan selama ini karena tingginya permintaan pemenuhan kebutuhan material sebagai konsekwensi pembangunan di daerah ini.

Namunpun demikian, ditengarai banyaknya aktifitas penambang liar yang sudah menggunakan alat berat, bukan tambang rakyat.

Ditemui, Ferryanto Belopadang mengungkapkan banyaknya keluhan dan informasi yang ditujukan ke Lembaga yang dipimpinnya terkait aktifitas tambang liar dan bandel, Kamis (25/12/2019).

Dari informasi yang masuk,lanjutnya, setidaknya 2 titik di Mengkendek, daerah Sillanan dan Kandora, 1 titik di Makale, juga di Masanda berupa pasir gunung yang sejak lama sudah disurati BLHD tetap bandel.

"Kenapa selama ini dibiarkan, ini tentunya merusak lingkungan dan menjadi tidak adil bagi yang punya izin, karena mereka bersusah payah mengurus izin, namun terkadang perusahaan menggunakan material dari aktifitas penambang ilegal yang lebih murah"jelas Ferryanto.

Masih Ferryanto, Perusahaan yang mengambil dari penambang liar dapat dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku. Bahkan, patut diduga, keterlibatan oknum-oknum tertentu yang selama ini dijadikan "BACKING".

"Kami sudah berikan informasi sebagai laporan, kita tunggu bagaimana selanjutnya? Kami harap ini jadi perhatian serius Pemkab Tator, Cabdin ESDM Wil 6 Pare-Pare, dan Gubernur"harap Ferryanto Belopadang.(*)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top