Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Makale, LEKATNEWS -- Namanya rejeki, saat Bupati Tana Toraja bersama Ketua DPRD Tana Toraja menghadiri Rapat Koordinasi penajaman program infrastruktur hasil musrenbang di ruang rapat Dinas PUPR Tana Toraja, tiba-tiba kedatangan tamu Tim Kementerian PUPR untuk menemui dan memaparkan Rencana Pengembangan Pariwisata Toraja, Rabu (26/2/2020).

Tim yang terdiri dari Kasubdit wil 3, Direktorat Pengembangan Kawasan Pemukiman Kementerian PUPR, beserta Tim Perencana dipimpin Prof.Ananto Yudono. Program ini adalah usulan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah yang disampaikan ke Menteri PUPR tahun 2019.

Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae didampingi Plt.Kadis PUPR Tana Toraja Yanti Sarah Mapaliey menyambut baik kunjungan dan presentase dari tim, bahkan menurutnya sangat merespon dari judul kegiatannya."Baru judulnya saja, saya sudah senang, karena pengembangan wisata Toraja, kami selama ini tidak memisahkan Tana Toraja dan Toraja Utara dalam pengembangan Wisata"tuturnya.

Budaya sama,lanjut Nico. Bentuk alamnya sama, namun dirinya mengakui status tanah di dua lokasi yakni Burake dan Pango-Pango masih ada kendala. Untungnya kata Nico, Kawasan Wisata Pango-Pango sudah dibebaskan dari Kawasan Hutan.

Sementara untuk Burake, selama ini belum jelas, dan akan dibuatkan SK Bupati untuk wilayah perlindungan. Bahkan Bupati kembali mengingatkan Ka Bappeda dalam hal pembangunan harus lebih menekankan status kepemilikan supaya tidak terjadi hal seperti ini.

Dalam paparannya, Prof Ananto mengungkapkan topologi Burake dan Pango-Pangoyang subur karena daya dukung alam, seperti sungai dan bentangan alamnya yang indah. Bahkan adanya Patung Yesus Kristus sebagai daya tarik pariwisata dunia,lata Prof Ananto, pakar perencanaan.

Bahkan Ketua DPRD Tana Toraja saat dimintai pendapat menyerahkan ke Bupati Tana Toraja.

Usai menyimak pemaparan, Bupati Nico menekankan beberapa hal,perlunya disediakan fasilitas untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar objek, termasuk memperhatikan histori leluhur orang Toraja di wilayah Buntu Burake.

Kami sementara juga membangun interkoneksi Buntu Burake dan Pango-pango, urai Nico.

Termasuk beberapa event andalan Tana Toraja seperti Kemilau Toraja dan Lovely Desember. "Kami juga menyiapkan bangunan-bagunan adat yang bisa dijadikan homestay"akunya.


Semoga dengan adanya kepedulian terhadap Pariwisata Toraja menjadi sumber PAD Tana Toraja tentunya.(fb)


About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top