Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Kemitraan Strategis dalam Penanggulangan Penyebaran Covid-19

Oleh:
Nova Biringkanae

 Sudah lebih dari seminggu semejak Presiden Republik Indonesia menetapkan pandemi Covid-19 sebagai bencana nasional.

 Berbagai upaya telah dilakukan oleh  pemerintah maupun masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus ini.

 Akan tetapi sampai hari ini, 28 Maret 2020 jumlah penduduk yang terinfeksi terus meningkat berbanding lurus dengan kenaikan angka kematian. Berdasarkan data statistik yang dirilis oleh pemerintah, terdapat kenaikan jumlah pasien secara signifikan sejak pertengahan Maret. Grafik ini menunjukkaan kencenderungan yang terus meningkat dan diperkirakan akan menembus angka 1500 kasus pada akhir Maret 2020 mendatang.
Grafik penyebaran Covid-19 per 27 Maret 2020
Sumber: covid19.go.id

Grafik prediksi jumlah kasus Covid-19 sampai akhir maret 2020
Sumber:
 https://portal.ina-sdi.or.id/big-lawan-covid19-mobile/

Pembaharuan data terkini yang diperoleh dari situs resmi pemerintah per 28 Maret 2019 (covid19.go.id), terdapat 1.155 orang dinyatakan positif , 59 diantaranya dinyatakan sembuh dan 102 orang meninggal dunia.

Sulawesi Selatan merupakan salah satu provinsi dengan kasus Corona yang terus meningkat drastis, tercatat 33 kasus hingga hari ini (28 Maret 2020).

Salah satu kabupaten yang masih dikategorikan sebagai kabupaten bebas Covid-19 adalah Tana Toraja. Keterjagaan wilayah kabupaten Tana Toraja tidak lepas dari kerjasama yang erat antara pemerintah daerah dan warga sekitar.

 Berbagai upaya penanggulangan tanggap darurat ini akan terus menjadi perhatian lebih dari semua stakeholder tidak hanya pemerintah tetapi semua warga masyarakat harus  bersinergi dalam melawan penyebaran virus mematikan ini.

Beberapa langkah kemitraan strategis yang dapat ditempuh antara lain:

1. Pemerintah Daerah
- Terus melakukan koordinasi dengan pemerintah baik ditingkat provinsi maupun nasional terkait  dengan metode/teknologi terkini dalam penanggulangan penyebaran covid-19;
- Terus mengkampanyekan dan mensosialisasikan protokol nasional pencegahan penyebaran covid-19, termasuk pembangunan posko tanggap darurat Covid-19 dan penyusunan ‘emergency response plan’ jika ditemukan warga yang terpapar Covid-19
- Mengupayakan pemenuhan Alat Pelindung Diri (APD) untuk paramedis serta ketersedian peralatan penunjang medis termasuk ruang isolasi yang memadai jikalau terdapat warga yang terpapar corona;
- Memberlakukan sistim penyelenggaraan daerah dan pendidikan secara online dengan memanfaatkan teknologi terkini seperti  Zoom meeting atau skype;
- Untuk daerah-daerah yang tidak memungkinkan diberlakukannya sistim pembelajaran secara online maka para tenaga pengajar diharapkan tetap dapat melakukan proses belajar mengajar  dengan pemberian tugas terhadap siswa dan kunjungan berkala untuk memonitor perkembangan siswa tersebut; dalam hal ini tenaga pengajar sebaiknya dibekali dengan APD dan pemberian insentif khusus;
- Petugas kesehatan sebaiknya melakukan kunjungan dan pemeriksaan  berkala dari rumah ke rumah untuk memantau kesehatan warga termasuk manula, bayi dan ibu hamil. Dalam hal ini petugas kesehatan perlu mendapatkan insentif khusus;
- Menutup akses masuk ke daerah kabupaten Tana Toraja selama 14 hari dan terus melakukan pemantauan perkembangan penyebaran covid-19, jika selama kurun waktu 2 minggu tidak ditemukan kasus covid 19 maka pelaksanaan proses belajar mengajar dan pelaksanaan pemerintah daerah dapat dilakukan seperti sediakala , akan tetapi penutupan akses harus tetap dilakukan hingga batas tanggap darurat dicabut oleh pemerintah;
- Seluruh aktivitas jual beli sebaiknya dilakukan secara online baik melalui telepon ataupun media social dengan sistim pengatara dari rumah ke rumah;
- Alternative pemenuhan sembako dapat diatur terpusat oleh pemerintah daerah melalui koperasi pemerintah daerah dengan tidak menutup kesempatan bagi pihak non pemerintah;
- Pasar tradisional sebaiknya ditutup dan penyaluran bahan pokok dapat diambil alih oleh pemerintah setempat. Warga dapat menyerahkan hasil kebun/ternak untuk selanjutnya didistribusikan oleh pemerintah dari rumah ke rumah dan tidak menutup kesempatan bagi  penjual yang memiliki kendaraan;
- Membuka kesempatan kepada warga/simpatisan untuk ikut berpartisipasi dalam penaggulan Covid-19 melalui pemberian bantuan material ataupun non material yang diatur terpusat oleh pemerintah daerah;
- Pemerintah sebaiknya terus memberikan update perkembangan Covid-19 kepada warga dengan memanfaatkan media sosial platform dan melakukan patroli kelilingkin untuk menertibkan warga sekitar selama masa karantina berlangsung;
- Melalakukan pembaharuan data terhadap pihak-pihak yang terkena dampak dari pemberlakuan kebijakan  karantina selama kurun waktu 14 hari.


2. Masyarakat
- Tetap mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap di rumah selama kurun waktu masa karantina, dan mematuhi protokol nasional pencegahan penyebaran Covid-19
- Tetap melakukan komunikasi dengan keluarga, tetangga dan teman dan melaporkan kepada pusat tanggap darurat/ pemerintah setempat  jika mendapati warga yang memerlukan bantuan baik dari segi medis ataupun pemenuhan kebutuhan pokok;
- Membantu tenaga pengajar dengan ikut mengawasi proses belajar anak selama masa karantina berlangsung;
- Tidak panik dan terus memantau perkembangan penyebaran Covid-19 melalui situs resmi pemerintah – covid19.go.id dan tidak menyebarkan berita-berita hoax ataupun berita-berita negatif termasuk ujaran kebencian bebasiskan agama, politik dan ras;
- Menjaga daya tahan tubuh dan melakukan fumigasi berkala terhadap lingkunga sekitar;
- Jika berlebih, warga dapat bekerja sama membatu pemerintah dalam penyedian APD , alat penunjang media dan pemenuhan kebutuhan pokok warag setempat (jika diperlukan).

Pandemi Covid-19 bukanlah menjadi tugas pemerintah saja tetap menjadi kewajiban semua warga untuk ikut berpartisipasi aktif dalam penanggulan penyebaran virus ini.  Mari kalahkan Corona. Bahwa semesta akan terus berkembang menjadi guru dan kita semua wajib menjadi murid.

Data Penulis:
Nama    : Nova Biringkanae
Alumni : Institut Teknologi Bandung                     (ITB)
                 East West Center (EWC)   
                 Amerika

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top