Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tator, LEKATNEWS.COM -- Situasi pandemi yang kita hadapi sekarang telah menyedot begitu banybak perhatian dari semua kalangan, sehingga dalam situasi ini dibutuhkan kerjasama dan kepercayaan semua pihak untuk membuat kondisi di sekitar kita tetap kondusif. Banyaknya berita simpang siur yang berseliweran di sekitar kita ini tanpa kita sadari mempunyai potensi untuk menciptakan wabah yang baru lagi yaitu wabah kepanikan

Untuk itu kami mengajak masing masing dari kita untuk mengambil peran dalam situasi ini dengan cara tetap tenang di rumah, tidak menyebarkan berita yang simpang siur, dan membiasakan diri untuk selalu mengakses informasi dari sumber yang resmi

Berita terkait:
https://www.lekatnews.com/2020/04/humas-satgas-covid-19-dinilai-lamban.html

Berkenaan dengan hal tersebut diatas, maka Media Center Satgas COVID-19 Kab. Tana Toraja sebagai sumber informasi resmi Satgas Penanangan Covid-19 Kabupaten Tana Toraja akan selalu memberikan informasi terkini yang sudah diklarifikasi kebenarannya dan diberitakan pada media informasi yang ada dan melalui situs yang resmi.

Berikut Informasi terkait kronologis pasien dari Enrekang yang sudah terkonfirmasi Positive
Adapun penjelasan terhadap kasus ini mengacu kepada Acuan Resmi di Indonesia yaitu Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI

Berikut Kronologisnya (disadur dari video yang diunggah oleh Pemda Enrekang) :
1. Pasien berobat jalan di RS Fatima Makale pada tanggal 3 Maret 2020 dengan keluhan perih pada ulu hati
2. Pasien kemudian memutuskan untuk berobat lebih lanjut ke RSUD Lakipadada, dan dirawat di RSUD Lakipadada pada tanggal 3 Maret 2020 s/d 10 Maret 2020
3. Selama dirawat di RSUD Lakipadada secara kontinu dilakukan screening oleh Dokter Penanggung Jawab Pasien (DPJP) dan dari hasil pemeriksaan DPJP terhadap kondisi pasien, DPJP tidak menemukan adanya kriteria PDP yang dimiliki oleh Pasien tersebut selama dirawat di RSUD Lakipadada
4. Pasien dipulangkan dari RSUD Lakipadada pada tanggal 10 Maret untuk berobat jalan ke RS Awal Bros Makssar
5. Pasien tidak langsung menuju ke Makassar
6. Pasien masih bermalam di Enrekang / pulang kembali ke rumahnya dan bertemu dengan keluarga, kerabat dan relasi lainnya pada tanggal 10 Maret s/d 12 Maret 2020
7. Pada tanggal 12 Maret 2020, pasien datang ke RS Awal Bros untuk memeriksakan diri dan kemudian dirawat di RS Awal Bros sejak 12 Maret 2020 s/d hasil swab PCR dirilis pada tanggal 9 April 2020


Dari kronologis diatas dan disesuaikan dengan Pedoman Resmi yang digunakan di Indonesia bahwa masa inkubasi infeksi Covid-19 yaitu 14 (Empat Belas) hari dan Pasien ketika berada di kota Makassar (dirawat di RS Awal Bros) maka pasien sudah berada di daerah transmisi lokal yg sangat berpotensi penularan.

Merujuk pada acuan tersebut, maka pasien dapat disimpulkan belum terinfeksi virus Covid-19 pada saat dirawat di RSUD Lakipadada(*)

Sumber: Humas Satgas Covid-19 Tana Toraja

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top