Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5


Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Pandemi Covid-19 begitu dirasakan di Tana Toraja, warga yang malah tidak terdata atau bahkan dikeluarkan dari data yang ada menjadi persoalan tersendiri, di tengah gencarnya Pemkab Tana Toraja memerangi Penyebaran Corona dan dampak yang ditimbulkannya.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Tana Toraja Ir. Nicodemus Biringkanae sempat "Naik Darah" karena kelalaian pendataan oleh aparatnya.

Berita terkait:
https://www.lekatnews.com/2020/05/tidak-mau-kecolongan-data-ketua-satgas.html

Siapa yang tidak terdampak? agaknya sulit ditemukan. Yang terdampak malah beragam, yang sebelumnya tidak masuk kategori miskin, prasejahtra dan sebagainya, dengan Sosial Distance dan bahkan physical Distance menjadikan pendapatan terbatas, bahkan nihil.

Sebelumnya, Ketua DPRD Tana Toraja mengungkapkan, kita tidak hanya mengurusi orang miskin, namun kini kita harus mengurusi orang lapar.

Jangan biarkan Rakyatku LAPAR, itulah yang selalu digaungkan Sang Bupati beserta seluruh aparatnya. Lapar bisa karena tidak terdata, tidak tersentuh, bahkan bisa jadi terabaikan oleh segelintir aparat yang tidak turun langsung mengenali kondisi warganya.

Dalam masa Pandemi Covid-19, PW IWO (Ikatan Wartawan Online) Sul-Sel bekerjasama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengawal Bansos Covid-19.

Bahkan di Tana Toraja dan Toraja Utara, PD IWO Toraja membuka layanan online Pengaduan bagi masyarakat yang tidak mendapatkan layanan data dan pendataan dalam persoalan terdampak Covid-19.
Baca:
https://www.lekatnews.com/2020/04/kpk-ri-bersama-iwo-sulsel-kawal.html

"Kami selama ini mengawal Bansos Covid-19, bahkan membuka layanan Hotline Mobile untuk membantu Masyarakat yang belum mendapatkan layanan data dan pendataan, dan meneruskankepasa Pemerintah setempat untuk dapat dilayani sesuai petunjuk teknis" beber Ferryanto Belopadang, Ketua IWO Toraja.

Di Kecamatan Bittuang, misalnya kami menerima pengaduan beberapa warga yang tidak terdata, bahkan ada yang sudah terdata namun dianulir, sementara kondisinya sangat membutuhkan bansos dimasa Pandemi Covid-19.

Sebut saja salah seorang Ibu (nama tidak kani muat untuk menjaga privasi) yang datanya kami terima, Single Parent, mempunyai 6 orang anak, yang usahanya terkendala karena masa Pendemi Covid-19. Hanya menempati bangunan rumah yang bukan tergolong permanen.

Bahkan, salah seorang Ibu Rumah Tangga, yang kesehariannya menggantungkan rejeki dari suami yang berdagang di pasar, namun di masa Pandemi tidak dapat lafi menjalankan usahanya.

Beberapa warga lainnya yang bahkan pasrah dalam kepedihan karen tidak masuk dalam data penerima. "Terkesan ada pilih kasih, namun apa daya kami, kasian kami, Pak" tulis salah seorang warga yang justru takut namanya dipublikasi.

Jangan biarkan Rakyatku BODOH, karena kurang paham para RT selaku ujung tombak pemerintahan dalam memberikan informasi kepada warganya.

Jangan biarkan Rakyatku SAKIT, sakit menahan kebutuhan sehari-hari, sakit karena melihat tetangganya yang lebih mampu, punya rumah yang lebih dari sekedar layak, namun mendapatkan perhatian dalam bentuk Bansos.

Semoga informasi ini menjadi pengaduan yang mampu memberikan "Rasa Adil"bagi mereka yang sangat membutuhkan. (*!*)





About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top