Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5


Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Intens menyuarakan kepentingan masyarakat sekitar Pembangunan Proyek PLTA Malea, setausan warga dengan didampingi Mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Masyarakat Toraja Menggugat, hari ini mendatangi Kantor DPRD Tana Toraja, Rabu (29/7/2020).

Kehadiran ratusan massa tersebut adalah bentuk keprihatian yang selama ini dirasakan warga. Awal pekan, massa dari komunitas yang juga juga menyampaikan aspirasi di Kantor Dewan dengan beberapa tuntutan, diantaranya menuntut diperkerjakannya kembali eks karyawan yang di-PHK sepihak oleh perusahaan, ungkap salah seorang penggunjuk rasa.

Lelaki berambut gondrong melewati pinggangnya, tanpa mengenakan sendal menjadi sosok nyentrik hari ini. Dari informasi yang dihimpun Tim Liputan LEKATNEWS.COM, lelaki tersebut berasal darisekitar lokasi proyek pembangunan PLTA Malea.

Dari penuturan Kapiting, pemuda yang berambut gondrong dan tanpa alas kaki tersebut, menuntut penutupan PLTA Malea.

Rapat Dengar Pendapat yang telah berlangsung, dipimpin Yohanis Lintin Paembongan, S.Th bersama Evivana Rombe Datu,S.Pd, M.Pd di Ruang Rapat Pimpinan dengan dihadiri beberapa orang anggota Dewan, Ketua Komisi, minus Ketua Komisi III Nikodemus P Mangera,SE.

Tampak pula Victor Datuan Batara,SH Wakil Bupai Tana Toraja, Camat Makale Selatan dan beberapa orang Kepala Lembang, serta Lurah di sekitar lokasi proyek PLTA Malea. Turut hadir, Kadis Kebudayaan, PTSP,Ka Dispenda, dan Staf dari Dinas Lingkungan Hidup.

Bahkan Victor Datuan Batara, SH Wabup Tana Toraja berjanji memperjuangkan 433 ekx karyawan untuk dipekerjakan kembali, bahkan tertuang dalam Rekomendasi.

Usai rapat, 10 butir Rekomendasi ditandatangani Peserta Rapat Dengar Pendapat (RDP). Namun, lagi-lagi penggerak massa yang diketahui adalah mengatasnamakan Mahasiswa memaksa peserta Rapat untuk menemui massa di Hall Kantor DPRD Tana Toraja.

Dialog dapat dilangsungkan, namun karena desakan massa menuntut penutupan proyek PLTA Malea, tidak dapat seketika itu dipenuhi, massa memanas. Beberapa orang pengunjuk rasa ditenangkan aparat Polres Tana Toraja yang bertugas mengamankan kegiatan hari ini.

Sekitar pukul 17.30wita, massa kembali ke Makale Selatan. Perwakilan Managemen yang hadir, M.Syakur, dalam pengawalan pihak aparat untuk menghindari amukan massa.

Sempat memberikan keterangan Pers kepada para Awak Media yang hadir, M.Syakur mengungkapkan tidak punya kewenangan menghentikan proses pembangunan PLTA Malea.




About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top