Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Menghadapi sebuah perkara tentunya sangatlah tidak mengenakkan, apalagi sampai urusan asset yang dimiliki harus dipertaruhkan dan 'DISITA"?

Mungkin itulah yang dirasakan ratusan masyarakat yang merupakan bagian dari Masyarakat Adat di Tana Toraja, Mengkendek, Mapongka.

Betapa tidak, sejak bergulirnya pemeriksaan yang diberlakukan kepada masyarakat, justru saat menjelang Hari Kemerdekaan RI, dan di masa Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, malah diperhadapkan dengan masalah pelik, Sertifikatnya disita, Tanahnya dipasangi Papan Sita.

Dari penuturan salah seorang warga, bahkan ada diantara mereka yang semntara membutuhkan perawatan kesehatan, kondisi kesehatannya semakin menurun usai dimintai keterangan dan menghadapi penyitaan. Ada pula yang hanya menjawab tidak tahu, karena mendiang suaminya mewariskan Sertifikat tanah tersebut.

Bahkan hari ini, disaat Bangsa ini merayakan 75 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI, dirinya diperhadapkan dengan surat panggilan untuk menghadap di Kejaksaan Tinggi Sul-Sel, jadwal mulai besok.

Di masa pandemi ini, bahkan untuk membeli kebutuhan makan sehari-hari sudah sulit, malah harus "Membuang Uang" ongkos ke Makassar,,Sungguh Terlalu,,,!!!

Menyikapi kondisi itu salah seorang tokoh masyarakat, MR Patika menyampaikan ke pihak Kejari Makale yang datang "Mengantarkan " Surat Panggilan ke puluhan pemilik lahan untuk sedapatnya Tim Penyidik yang ke Toraja, seperti saat mereka melakukan "Sita".

Lanjutnya, sedangkan tanah yang dibeli harus dipertahankan, apalagi tanah yang kita warisi secara turun-temurun, ini tentang harga diri, dengan rona wajah yang memerah.

"Sedangkan tanah yang kita beli harus kita pertahankan, apalagi tanah yang kita warisi secara turun-temurun, ini tentang harga diri" tegasnya.

Disaksikan Tim Kuasa Hukum dari Kantor Hukum FIRDAUS PARESSA & PARTNERS.

Dalam wilayah yang dulunya diklaim kehutanan (Hutan Produksi Terbatas) terdapat banyak situs Adat dan Budaya Toraja, Ada Ling (Kubur Batu) ada Bubun Datu (Sumur para Dewata), ada Benteng (tananan batu untuk batas), dan masih banyak lagi, urai MR.Patila.

Jaksa dari Kejari Makale yang mendengar sangat memahami kondisi itu, dan menyampaikan bahwa mereka datang hanya dititipi surat dan ditugaskan menyampaikan.(TIM)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top