Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Merinding bulu kuduk, melihat Presiden Jokowi menggunakan pakaian Adat, dari salah satu Suku di Bumi Nusantara dalam Peringatan Detik-Detik Proklamasi di Istana Negara, Senin (17/8/2020).

Mengapa dilakukan Presiden dengan bersalut baju Adat dari salah satu Etnis? Mungkin hanya Presiden Jokowi yang tahu alasan lengkapnya. Namun, begitu hikmatnya dan tegarnya sosok Pemimpin yang Arif dan Bijaksana untuk mengangkat nilai-nilai luhur Adat itu sendiri.

Adat adalah sistim Pemerintahan yang mengedepankan kearifan lokal dari Etnis yang ada, mengandung keteraturan dan keadilan yang hakiki.

Kedaulatan Masyarakat Adat sebagai tonggak kepribadian Bangsa Indonesia. Mungkin itulah "Pesan Moral" yang ingin disampaikan Presiden Jokowi.

Hari ini pula, puluhan masyarakat dalam wilayah Adat di Tana Toraja justru mencemaskan keberlangsungan kehidupan mereka dan generasi penerusnya di tanah warisan para leluhur yang seharusnya menjadi tempat bernaung, membangun kebersamaan, meningkatkan taraf ekonomi keluarganya demi menunjang keberlangsungan eksistensi mereka sebagai sebuah Komunitas Adat.

Apa pasal?
Sejak memasuki Agustus, mereka justru disibukkan dengan pemanggilan Aparat Kejaksaan Tinggi, bahkan di"sakiti" dengan penyitaan Tanah yang mereka miliki dengan Hak penuh (Sertifikat Hak Milik), cuma karen dianggap masuk tanah kawasan kehutanan?

Dilokasi sekitar Mapongka terdapat tulisan Hutan Produksi Terbatas, bukan Hutan Lindung, tetapi penanganan APH (Aparat Penegak Hukum) seakan-akan itu lebih dari Hutan Lindung, Kasian nasb mereka?

"Ibarat memburu tikus di Lumbung, haruskah lumbungnya yang dibakar?"


Melalui tulisan ini, marilah kita membuka mata hati, dimana penegakan hukum harus menjunjung tinggi rasa keadilan, seperti penggalan kalimat Jaksa Agung RI Burhanuddin:

"Saya tidak menghendaki kalian melakukan penuntutan asal-asalan. Tanpa melihat rasa keadilan di masyarakat. Ingat  rasa keadilan itu tidak ada dalam KUHP. Tidak ada dalam KUHAP...Tapi ada dalam hati nurani kalian. Camkan itu,,Saya sudah terbitkan surat edaran itu. Camkan dan patuhi itu. Saya tidak menginginkan nanti ada rakyat pencari keadilan atau apapun yang dilukai kalian. Tidak ada lagi yang mengambil batang kayu sebatang kalian pidanakan....Kalau kalian melakukan itu kalian yang saya pidanakan"

Hari ini di Kabupaten Tana Toraja puluhan warga pemilik lahan di sekitar Mapongka mendapat giliran terperiksa ke Makassar yang jaraknya 380 km dari Tana Toraja. Dimasa pandemi Covid-19 yang melanda bangsa, dan keterpurukan ekonomi yang berusaha dibangun kembali oleh Pemerintah?

Haruskah masyarakat yang mendatangi dengan mengeluarkan duit yang tidak sedikit dan resiko terpapar yang tinggi?

Apakah jiwa mereka cuma senilai dengan keterangan yang dibutuhkan? Tidakkah mereka yang punya kewenangan membaca edaran Jaksa Agung RI, adilkah bagi masyarakat?

Sebelumnya juga puluhan warga lainnya telah terperiksa, di Makassar dan didatangi lagi kemudian Tanahnya disita! Tragis,memang.
Berita Terkait:

https://www.lekatnews.com/2020/08/lsm-lekat-layangkan-surat-terbuka.html

https://www.lekatnews.com/2020/07/lekat-penyidik-kejati-harus-menelusuri.html

https://www.lekatnews.com/2020/08/tindakan-tim-penyidik-kejati-menyita.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/mapongka-tanah-adat-rumpun-keluarga.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/pemilik-sertifikat-di-kawasan-adat.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/mapongka-pemilik-sertifikat-minta.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/lekat-stop-usik-masyarakat-adat-di.html

Tonton videonya di Channel:  Lekat News
https://www.youtube.com/watch?v=zptLzev1-LE&t=7s

Semoga Jaksa Agung membersihkan aparatnya demi memberikan rasa keadilan.

Tanah Mapongka yang menjadi akar permasalahan yang diklaim kehutanan, apakah juga prosedur penetapan kawasan Mapongka menjadi kawasan Hutan sudah sesuai?

Sementara, haruskah kita menampikkan Sejarah tentang tanah Mapongka? Mari kita belajar. (FB)

Salam Proklamasi, Merdeka,,!!!
Ferryanto Belopadang

Penulis adalah Direktur LSM LEKAT, Ketua PD IWO TORAJA, PENGELOLA LEKATNEWS.COM







About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top