Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Penyitaan Lahan milik masyarakat yang dibuktikan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) atas tanah Mapongka oleh Tim Penyidik Kejati Sul-Sel, tanpa memberikan Surat Bukti Penyitaan, yang disebut Berita Acara Pemeriksaan, Jumat (7/8/2020).

Dari informasi yang diperoleh dari salah seorang pemilik tanah, disebutkan bahwa mereka tidak diberikan Surat Bukti Sita (Berita Acara Penyitaan). Hal itu diperkuat pernyataan Camat Mengkendek yang mengaku hanya diberi kesempatan untuk menandatangani sebagai saksi yang hadir di lokasi.

Gencarnya pemberitaan terkait tindakan Sita oleh Tim Kejati Sul-Sel, bahkan diperoleh informasi bahwa Surat Bukti Penyitaan bukan menjadi kewajiban bagi Jaksa untuk memberikan kepada pemilik barang/tanah yang disita?

Entah meminjam kewenangan dari siapa? namun menurut KUHAP prosedur penyitaan juga mempunyai beberapa tahapan dan dukungan berkas administrasi. "Kalau tidak sesuai prosedur, tindakan penyitaan bisa cacat hukum" ungkap Tim Kuasa Hukum dari Kantor Hukum Firdaus Paressa & Partners yanng kini mendampingi para pemilik lahan, Senin (17/8/2020).

Empat orang dari Kejari Makale, yang ditemui saat menyerahkan Titipan (Surat Berita Acara Penyitaan) kepada FSP, salah seorang pemilik Lahan di Mengkendek

Keempat orang yang datang,  mengaku hanya mengantar surat dan bahkan tidak tahu-menahu awal penyidikan yang dilakukan Tim dari Kejati Sul-Sel.

Waduh, sudah berapa lama baru diberikan Suratnya, ada apa? celoteh warga yang juga hadir menyaksikan.(TIM)


About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top