Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja-Makale, LEKATNEWS.COM -- Penyitaan Tanah Mapongka oleh Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi-Selatan berbuntut panjang. Tujuh orang pemilik Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah Mapongka yang diklaim kehutanan dan disita Tim Penyidik Kejati di-PTUN-kan, Hakim tunggal Rolan Samosir memimpin Sidang, Kamis (2/10/2020).

Dalam fakta persidangan, terungkap adanya pelanggaran pasal 38 KUHAP tentang Penyitaan. Dimana Tim Penyidik melakonkan Fungsi Sita usai menyampaikan ke Pengadilan Negeri (PN) Makassar, bukan pada PN Setempat sesuai amanah KUHAP Pasal 38.

Fakta lain yang terungkap, Tim Penyidik dengan Fungsi Sita tidak membacakan, apalagi memberikan Surat Bukti Sita atas objek Tanah Mapongka kepada Tersita dan Lurah Setempat (Rantekalua').

Saksi Frans Sosang Palondongan yang menyatakan dirinya bahkan tidak mengetahui akan adanya Penyitaan, dikarenakan dirinya bersama beberapa orang lainnya sementara dimintai keterangan di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale, dan menurut Tim Penyidik usai pengambilan keterangan akan dilanjutkan Pengecekan Lokasi, bukan Penyitaan.

Kesaksian Lurah Rantekalua' yang tidak didukung Fakta Outentik atas Penyaksian Tindakan Sita oleh Tim Penyidik Kejati Sulawesi Selatan.

"Pada kesaksian Robinson sebagai Lurah Rantekalua',yang dijadikan saksi oleh Kejati (Sul-Sel) juga telah mengakui hal yang menyatakan pembenaran akan Berita Acara (BA) yang ditandatanganinya" tegas Salasa Albert. 





Saat memberikan kesaksian dibawah Sumpah, Tilang Tandirerung, Saksi Ahli Adat Toraja dalam sidang ini dengan lugas menjawab pertanyaan Tim Hukum Yohana Batara Sosang,dkk.


"Lahir boleh di rumah orang lain, tapi mati dan dikuburkan di tempat orang lain adalah Pemali" tegas Tilang Tandirerung dalam persidangan, Kamis (2/10/2020).

Jadi, lanjut Tilang Tandirerung alias Pong Barumbun, bukan hanya Liang (Kubur) Batu, areal di sekeliling Liang adalah milik orang yang dikuburkan dalam liang tersebut karena dijadikan tempat prosesi Adat.


Usai sidang, Salasa Albert mengungkapkan bahwa kesaksian Robinson Lurah Rantekalua dibawah Sumpah dapat di-Polisi-kan karena tidak sesuai bukti.

"Jadi Lurah bisa kami Polisi-kan yang memberikan "Keterangan Palsu" dibawah Sumpah" Salasa Albert.

Dalam Sidang ini, 7 orang Pemohon terdiri dari:
           1. Eva Maria Sosang,S.AP
           2. Flora Fransisca Sosang 
           3. Agata Cleopatra Sosang
           4. Bergita Yosepine Sosang
           5. Elvira Theodora Sosang
           6. Agnes Anastasia Sosang
           7. Irene Yovita Sosang.

Ke tujuh orang tersebut adalah anak dari Yohana Sosang Batara alias Mama Eva. Sidang masih akan berlanjut hingga Pembacaan Putusan pada Senin, 5 Oktober 2020.(FB)
 






About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top