Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Sebelumnya diberitakan, Salasa Albert, dari Kantor Hukum Salasa Albert,SH & Partner selaku Kuasa Hukum Pemilik lahan sesuai SHM (Sertifikat Hak Milik) di Tanah Mapongka berbatasan Kawasan Proyek Bandara Buntu Kunik (BBK) mempertanyakan lenyapnya Plang Sita yang sebelumnya terpasang dan dipasang Tim Penyidik Kejati Sul-Sel, Minggu (15/11/2020).
Berita terkait:
https://www.lekatnews.com/2020/11/presiden-ri-akan-resminikan-bandara.html

Sigap, Kajati Sul-Sel, Dr. Firdaus Dewilmar, SH, M.Hum langsung bersuara, menurutnya Penyitaan terkait korupsi proyek P3HT dari kantor wilayah Pertanahan cq Kantor Pertanahan Kab Tana Toraja 2005 sampai 2012 pelepasan kawasan hutan kepada orang per orang  yang melanggar ketentuan peraturan yang ada yang, lokasinya di luar kawasan Bandara Buntu Kunik (BBK yang akan diresmikan sebagai Bandara Toraja).

"Penyitaan terkait korupsi proyek P3HT dari kantor wilayah Pertanahan cq kantor Kab Pertanahan kab TanahToraja 2005 sampai 2012 pelepasan kawasan hutan kepada orang per orang  yang melanggar ketentuan peraturan yg ada yang  lokasinya di luar kawasan Bandara Buntukunik" ungkap Kajati Sul-Sel, Senin (16/11/2020).


Masih Firdaus, perlu menjadi perhatian penurunan plang Penyitaan  untuk  harapan jangan  diplintir.  "Saya menghimbau semua pihak dapat melihat dengan jernih untuk kepentingan Negara , Pemerintah dan Masyarakat Adat Toraja, karena kita juga akan mendorong program "TORA" untuk Masyarakat Adat dan masyarakat pengarap hutan dengan itikat baik" jelasnya. (FB)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top