Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Cegah Potensi Penyebaran Covid Akibat Kerumunan, Polres Tana Toraja Tidak Terbitkan Surat Ijin Keramaian

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Menyikapi tanggung jawab pendisiplinan masyarakat pada Protokoler Kesehatan, dan mencegah timbulnya sikap abai dan lengah dari masyarakat terhadap penyebaran Covid -19, Kapolres Tana Toraja AKBP. Sarly Sollu, SIK, MH, menegaskan berdasarkan undang undang ke karantinaan kesehatan,  pihaknya tidak akan mengeluarkan ijin keramaian pada kegiatan kegiatan masyarakat yang sifatnya mengumpulkan orang banyak, ataupun kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.


Penegasan ini disampaikan oleh Kapolres Tana Toraja saat memimpin apel pagi personil di halaman Mapolres Tana Toraja, Senin (23/11/2020) pagi.


" Karena keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi, Polres Tana Toraja tidak akan mengeluarkan surat ijin keramaian bagi kegiatan kegiatan masyarakat yang sifatnya mengumpulkan orang banyak atau pun kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan orang banyak, hal ini bertujuan untuk mencegah penyebaran covid -19 yang bersumber dari berkerumunnya orang di suatu tempat ". Kata Sarly Sollu.


Sarly Sollu juga mengatakan, tidak adanya ijin keramaian yang dikeluarkan oleh pihaknya merupakan bentuk antisipasi terhadap munculnya sikap lengah dan abai dari masyarakat terhadap bahaya penyebaran Covid.


" Salah satu potensi yang dapat mengakibatkan meningkatnya penderita covid adalah kerumunan orang banyak dalam suatu kegiatan masyarakat, karena mereka yang berkerumun ini sudah cenderung akan bersikap lengah dan abai pada protokoler kesehatan ". Sebut Sarly Sollu.


Lebih lanjut Sarly Sollu katakan, sikap lengah dan abai dari masyarakat inilah yang ingin dicegah melalui berbagai upaya, salah satu bentuknya adalah tidak di keluarkannya ijin keramaian.


Senada dengan penegasan dari Kapolres, Pemkab. Tana Toraja juga telah mengeluarkan surat edaran Bupati nomor : 440 - 1004 / XI / Setda yang ditujukan kepada para camat, lurah dan kepala lembang se Kab. Tana Toraja yang berisi tentang 3 poin penting  yang wajib dilaksanakan sehubungan dengan meningkatnya frekuensi kegiatan kemasyarakatan.


Berikut Instruksi Kapolres Tana Toraja kepada jajarannya : 

- Lakukan pengawasan kepada giat masyarakat.

- Sosialisasikan dengan baik himbauan dan langkah yang akan di tempuh untuk mencegah terjadinya kerumunan.

- Pastikan SOP Prokes terpenuhi, seperti Penggunaan Masker, Penyediaan Sarana Cuci Tangan, dan jaga jarak aman.

- Personil Polres Tana Toraja wajib menjadi teladan penerapan Protokoler kesehatan, sehingga timbul kesadaran masyarakat untuk mengikuti.


Kapolres Tana Toraja AKBP. Sarly Sollu SIK MH menghimbau kepada segenap masyarakat Tana Toraja untuk mematuhi surat edaran Bupati Tana Toraja terkait pembatasan kegiatan masyarakat yang mengumpulkan orang banyak.


Ia juga mengatakan, pihaknya akan melakukan upaya tegas terukur kepada kegiatan kegiatan masyarakat yang tidak mematuhi Prokes.


"Polres Tana Toraja akan melakukan langkah pembubaran kerumunan jika himbauan Prokes maupun surat edaran Bupati tidak di indahkan, untuk itu sedari awal kami himbau kepada segenap masyarakat untuk mematuhi anjuran pemerintah". Tegas Sarly Sollu.


Sebelum mengakhiri amanatnya, Kapolres Tana Toraja menyampaikan kepada segenap personil Polres Tana Toraja, " sampaikan kepada keluarga, tetangga, sahabat maupun handai taulan, sebarkan semangat disiplin menerapkan protokoler kesehatan, jangan kendor, ataupun lengah, ini semua demi keselamatan bersama ". Pungkas Sarly Sollu.(*)


Sumber : Humas Polres Tana Toraja.

Berita Foto: Menjelang Pilkada, Sebanyak 1 SSK Pasukan BKO Brimob Batalyon B Pelopor Tiba Di Tator


Makale, LEKATNEWS.COM -- Menghadapi Pilkada Tana Toraja 2020, tepatnya Rabu, 9 Desember 2020 yang tinggal 16 hari lagi, Polres Tana Toraja kembali Diback-up Brimob.


Bertempat di Teras Gedung Tammuan Mali' Kelurahan Bombongan Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja, digelar Apel Penerimaan, Senin (23/11/2020).


Apel Penerimaan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) Pasukan BKO (Bantuan Komando Operasi) Brimob Batalyon B Pelopor  dibawah pimpinan AKP. Yermia William, SE.

 Sebanyak 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) Pasukan BKO (Bantuan Komando Operasi) Brimob Batalyon B Pelopor akan bertugas di wilayah Polres Tana Toraja.

Kapolres Tana Toraja AKBP Sharly Sollu S.IK MH memimpin Apel Penerimaan 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi) Pasukan BKO (Bantuan Komando Operasi) Brimob Batalyon B Pelopor  dibawah pimpinan AKP. Yermia William, SE.(FB)


Maraknya HOAX dan Ujaran Kebencian, Pemerhati Budaya Toraja Ajak Nitizen Tetap Santun Sesuai Budaya Leluhur

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Menghadapi Pilkada Tana Toraja 2020 yang tinggal 17 hari lagi, beberapa Akun Medsos di Polisi-kan karena dianggap menyebarkan HOAX dan Ujaran Kebencian. Menanggapi fenomena itu, Sismay Eliata Tulungallo menaruh perhatian terhadap kondisi tersebut.

Sismay Eliata Tulungallo yang lebih akrab disapa Papa' Era merasa prihatin dan sedih, dikarenakan situasi di media sosial yang tak sepantasnya lagi, diungkapkan saat di temui di Makale, Minggu (22/11/2020).

Lebih lanjut, Ketua Forum Pemerhati Budaya Toraja mengungkapkan selayaknya kita bijak menggunakan media sosial yang disebutnya "Alat Canggih" sebab masing - masing pribadi kita tetap melekat predikat sebagai bagian dari Masyarakat Toraja. 


"Dan secara utuh menjadi cerminan Toraja, maka dari itu marilah kita semakin bijak dalam menggunakan media sosial dengan tetap berpedoman pada nilai luhur pendahulu kita yang selama ini tetap kita pelihara" ajaknya.

Utamanya pada pengguna akun SA (inisial) yang misterius, dan akun lainnya, sebaiknya menyajikan iformasi yang baik dan benar, tentunya dengan santun sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat lebih dimaknai dengan baik, masih Papa Era.

"Saya yakin kita semua mengharapkan menjadi pribadi yang Maluang Ba'teng, Masindung Pa'inaan ( bahasa Toraja, yang kurang lebih dimaknai Arif dan Bijaksana) dalam mempublikasikan dukungan menghadapi Pilkada 2020 di Tondok Lepongan Bulan, Gontingna Matarik Allo" tutup Sismay Eliata Tulungallo.(FB)

Bawaslu Dan Polres Kawal Pengiriman Logistik KPUD Tana Toraja, M.Zuhud: Sebanyak 91 Doz

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Hari ini Logistik KPUD Tana Toraja untuk Pilkada 2020 telah tiba di Makale. Hal itu diungkapkan Anggota Bawaslu Tana Toraja, M.Zuhud Muhallim, S.Pd,M.Pd, Minggu ( 22/11/2020).

"Logistik yg terdiri atas Kertas Suara 91 duz (estimasi 180.082 lbr) dan Sampul sebanyak 78 pack (4.376 lbr) sdh tiba di Gudang Logistik KPU Tana Toraja (Hotel Puri Artha), tadi pagi pukul 05.25 WITA" urai Zuhud.

"Logistik berangkat dari Makassar pukul 17.45 WITA ke Tana Toraja diantar oleh Ekspedisi dan dikawal oleh Kepolisian Resor Tana Toraja, KPU dan Bawaslu Tana Toraja" imbuhnya.

Saat ditanyai tentang pengiriman dari Makassar dan tiba di Tana Toraja, dijawab Zuhud, "Semuanya berjalan aman dan lancar".(FB)

Akun Yang Diduga Milik Istri Anggota DPRD Tana Toraja Dilaporkan ke Polisi

 

MAKALE, LEKATNEWS.COM -- Enos, Asisten Cawabup Tana Toraja petahana, Victor Datuan Batara (VDB), resmi melaporkan sejumlah akun Facebook yang memosting dugaan fitnah penganiayaan ke Polres Tana Toraja, Sabtu (21/11/2020).


Enos mengaku dirugikan dan nama baiknya tercemar atas postingan sejumlah akun yang menuding dirinya sebagai pelaku penganiayaan.


Laporan Enos diterima di ruang Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Tana Toraja dan dilanjutkan pengambilan berita acara pemeriksaan (BAD) di ruang tindak pidana tertentu (tipiter).


"Saya dirugikan atas postingan tersebut. Saya difitnah melalui postingan di Facebook yang menyebut saya menganiaya saudara Padang. padahal, saya ada di rumah. Malahan saya sedang tidur dan tiba-tiba ada tuduhan yang ramai di medsos," ungkap Enos di Polres Tana Toraja sore tadi.


Enos melaporkan sejumlah akun yang memosting dugaan fitnah tersebut, di antaranya akun sandabunga, akun Erwin Mappadang, akun Tato Ajaa, dan akun merda mangajun yang ikut membagikan postingan tersebut.


Salah satu dari akun tersebut, pemiliknya diduga istri seorang anggota DPRD Tana Toraja, KL.


Enos berharap agar Polres Toraja bertindak tegas terhadap pemilik akun itu atas dugaan fitnah terhadap dirinya.


"Saya berharap agar aparat bertindak tegas sesuai aturan hukum yang berlaku agar dapat memberi efek jera terhadap terlapor. Sebisa mungkin pemilik akun palsu ditelusuri siapa pemiliknya," katanya.


Selain akun yang diduga palsu, beberapa akun yang diduga asli juga dilaporkan, yakni akun Erwin Mappadang dan akun merda mangajun yang membagikan postingan itu.


Sebelumnya pada Jumat (20/11/2020) malam, terjadi dugaan penganiayaan terhadap Padang. 


Namun, seketika sejumlah postingan yang nyaris bersamaan dari beberapa akun menuding Enos sebagai pelaku penganiayaan terhadap Kadang.


Akun-akun tersebut bahkan terang-terangan memasang menyebut nama dan foto Enos berdampingan dengan korban yang terluka di bagian mata sebelah kiri.


Postingan inilah yang membuat Enos keberatan dan merasa difitnah. Saat itu pula, Enos langsung mendatangi kantor polres untuk klarifikasi dan dipertemukan dengan korban.


Pada kesempatan itu, korban sendiri membantah jika Enos adalah pelaku penganiayaan terhadap dirinya. Korban mengaku dianiaya kerabatnya di Terminal Makale dan saat ini sudah ditahan di Polres Tana Toraja.


Enos juga mengaku menyesalkan tindakan sejumlah pemilik akun yang mengaitkan dirinya dengan narasi negatif dengan VDB yang merupakan cawabup Tana Toraja di Pilkada 2020.


VDB maju di pilkada berpasangan dengan Cabup Nicodemus Biringkanae (NIVI). 


Sementara itu, salah satu kuasa hukum NIVI, Kurniawan, menyebutkan jika terlapor dalam kasus ini terancam dengan Pasal 27 ayat 3 UU ITE yang berbunyi: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

 

Sedangkan bunyi Pasal 28 ayat (2) UU ITE adalah sebagai berikut: Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

 

Ancaman pidana bagi orang yang melanggar Pasal 27 ayat (3) UU ITE ini diatur dalam Pasal 45 ayat (3) UU 19/2016, yang berbunyi:

 

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (Tujuh Ratus Lima Puluh Juta Rupiah).

 

Kemudian ancaman pidana bagi orang yang melanggar ketentuan Pasal 28 ayat (2) UU ITE, adalah sebagaima diatur dalam Pasal 45A ayat (2) UU 19/2016, yakni:

 

Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (Satu Milyar Rupiah).(*)

Kapolres Tana Toraja Diminta Tindak Tegas Akun Penyebar Fitnah dan Ujaran Kebencian di Medsos

MAKALE, LEKATNEWS.COM  -- Cyber crime Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) diminta turun tangan menangani sebaran ujaran kebencian, fitnah, pencemaran nama baik, dan HOAX di Tana Toraja.


Cyber crime Polda Sulsel juga diharapkan melakukan penelusuran dan menindak tegas akun-akun medsos yang memosting dan menyebar fitnah, ujaran kebencian, dan hoax yang menyerang Paslon petahana Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Nico-Victor atau NIVI di Tana Toraja.


Bahkan, Kuasa Hukum NIVI, Pither Ponda Barany mengatakan Cyber Crime Polda Sulsel diharapkan turun tangan membantu Polres Tana Toraja terkait sebaran negatif yang dilancarkan kepada kliennya, Sabtu (21/11/2020).


Selain itu, Pither juga meminta Kapolres Tana Toraja bertindak tegas demi pilkada damai dan santun yang sudah disepakati bersama.


Dikatakan Pither, dirinya menyesalkan adanya oknum pemilik akun yang tidak bertanggung jawab dan mencoba menodai kesepakatan pilkada damai.


Pernyataan ini dilontarkan Pither terkait kejadian, Jumat (20/11/2020) malam, di mana sejumlah akun melakukan fitnah terhadap Enos, asisten Cawabup Victor Datuan Batara, sebagai pelaku penganiayaan terhadap Padang, simpatisan kandidat rival NIVI.



Beberapa akun dengan terang-terangan memasang foto Enos sebagai pelaku penganiayaan terhadap Padang. Padahal, Padang sendiri mengaku korban penganiayaan oleh kerabatnya di Terminal Makale.



Menurut Pither, akun-akun tersebut dengan sengaja secara massif menyebar hoax, fitnah, dan mencemarkan nama baik Enos sekaligus Paslon NIVI melalui medsos, berupa grup Facebook dan grup WhatsApp.


"Dalam postingan itu kan akun-akun ini sengaja memfitnah lalu mengaitkan dengan Paslon klien kami. Ini merugikan kami. Sehingga, kami berkesimpulan bahwa tindakan itu melanggar UU ITE dan perlu dilaporkan ke polres," ujar Pither Ponda kepada wartawan, Sabtu (21/11/2020).


Menurutnya, tindakan sewenang-wenang akun-akun tersebut tidak boleh dibiarkan karena selain melanggar UU ITE, juga berpotensi memprovokasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.


Postingan dari akun-akun tersebut, lanjut dia, juga dapat dikategorikan provokasi di tengah masyarakat. 


"Kapolres harus tegas. Akun-akun ini tidak dapat dibiarkan. Cukup lama kami bersabar tapi kali ini sangat keterlaluan.


Penyebaran fitnah terhadap Enos, tambah Pither, terjadi secara massif dalam beberapa jam pada Jumat malam tadi.


Dia mengaku sangat prihatin karena postingan dari akun-akun tersebut tidak sesuai dengan fakta yang terjadi di lapangan. 

  

Untuk itu, pihaknya melaporkan sejumlah akun yang sengaja memosting dan menyebarkan fitnah terhadap Enos. Admin grup di mana postingan itu juga akan dilaporkan ke pihak berwajib oleh Enos didampingi kuasa hukum NIVI.


Sejumlah pemilik akun yang menyebar fitnah tersebut, di antaranya sandabunga, Erwin Mappadang, Tato Ajaa, dan pelaku share postingan merda mangajun.


Adapula pemilik akun yang menyebar ujaran kebencian melalui kolom komentar di setiap postingan tersebut. 


Pemilik akun WhatsApp yang menyebar fitnah itu juga sedang ditelusuri di grup-grup WhatsApp. Sejumlah bukti sudah diprint out untuk disodorkan ke pihak berwajib.


"Kami juga meminta kepada seluruh simpatisan Nico-Victor untuk menahan diri dan tidak melakukan hal negatif terkait adanya sebaran fitnah di medsos agar pilkada ini tetap lancar, kondusif, dan damai," pungkasnya.(*)

Difitnah Lewat Medsos, Kuasa Hukum NIVI akan Lapor ke Polres Toraja

MAKALE - Sejumlah pemilik akun Facebook dan Instagram menghebohkan dunia Maya lewat postingan hoax dan fitnah terhadap simpatisan Cabup-Cawabup Tana Toraja petahana, Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Nico-Victor), Jumat (20/11/2020) tadi malam.


Sekira pukul 23.00 WITA, sebaran hoax itu merajalela dengan adanya seorang simpatisan salah satu kandidat yang menjadi korban penganiayaan. 


Korban bernama Padang mengalami luka di bagian mata sebelah kiri. Diduga, korban dianiaya kerabatnya di Terminal Makale pukul 21.00 WITA.


Namun herannya, beberapa pemilik akun Facebook malah menuduh Enos, salah satu simpatisan Nico-Victor atau NIVI sebagai pelakunya. 


Mulai dari akun fake hingga akun asli yang diduga buzzer pendukung rival NIVI menyebarkan fitnah terhadap Enos tersebut. 


Akun-akun tersebut, di antaranya sandabunga, Erwin Mappadang, Tato ajaa, dan salah satu akun penyebar postingan atas nama merda mangajun.


Meski belakangan setelah postingan itu dinyatakan tidak benar dan menimbulkan cacian terhadap pemilik akun, namun sang pemilik seperti tak bergeming.


Dalam narasi postingan itu, pemilik akun sandabunga bahkan menuding Enos sebagai preman dan mengaitkannya dengan Cawabup Victor Datuan Batara. 


Enos saat kejadian ini kaget saat mendengar informasi dari seorang rekannya. Apalagi, karena fotonya  disebar pemilik akun Facebook sebagai pelaku penganiayaan. Enos saat kejadian mengaku sedang tidur di rumahnya.


Enos yang bekerja sebagai asisten Cawabup Toraja, Victor Datuan Batara, merasa keberatan dan mendatangi Polres Tana Toraja tadi malam.


Bersama rekannya, Enos menunggu di kantor polres hingga larut malam dan menunggu dipertemukan dengan korban Padang. 


Begitu tiba di polres, korban Padang langsung bersujud di depan Enos sambil melakukan klarifikasi bahwa dirinya salah ucap. 


"Saya kaget setelah ditelpon teman kenapa foto saya dipasang di Facebook sebagai pelaku. Padahal saya tidak pernah ketemu dengan si Padang ini. Makanya saya datang ke polres klarifikasi dan ternyata Padang akui sendiri bukan saya pelakunya," ungkap Enos.


Dia berharap agar kejadian seperti ini tidak terulang. Dia meminta pemilik akun yang hanya mendengar informasi dari luar tidak serta merta "makan mentah" informasi tersebut. 


"Sebaiknya pemilik akun ini melakukan klarifikasi agar tidak terjadi fitnah yang bisa membuat gaduh suasana. Apalagi sampai merugikan kita," tandasnya.


Terpisah, Koordinator Tim Hukum NIVI, Pither Ponda, menyesalkan adanya pemilik akun yang tidak bertanggung jawab dengan menyebar hoax dan fitnah.


Dia mengaku akan segera bertindak dengan melaporkan pemilik akun hingga admin grup di mana postingan itu disebar. Akun yang berkomentar dengan nada ujaran kebencian di postingan itu juga akan ditelusuri dan dilaporkan ke cyber crime pihak berwajib.


"Pemilik akun ini sudah sangat keterlaluan. Kami selalu dirugikan dengan hoax dan fitnah. Selama ini kami cukup sabar dengan tudingan yang macam-macam. Tapi, kali ini fitnah ini sepertinya sudah sangat keterlaluan. Karena, lain yang mukul eh lain yang dituduh. Orangnya kita lagi," sesal Pither.(*)

Beranikah Bawaslu Dan Gakkumdu Menindak Secara Objektif?

 


Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Setelahnya melaporkan salah seorang ASN ke Polres Tator, kali ini Bawaslu ditantang untuk berlaku objektif.

"Apa yang terjadi dengan Bawaslu Tator, beredar luas foto dengan kandidat tertentu dan diindikasikan sebagai staf BUMD yang terlibat foto bersama dan serempak mengangkat jari telunjuk?"

Bukan rahasia umum lagi, Paslon didukung ASN, Karyawan BUMN dan apagi honorer, ungkap Direktur LSM LEKAT. 

Menurut Ferryanto Belopadang, beredar foto diposko pemenangan Paslon tertentu diindikasi kuat keterlibatan unsur yang dimaksud, namun apakah Bawaslu mau atau mampu mendeteksinya, atau tunggu laporan saja?, Jumat (20/11/2020).

Ditemui di Markas LSM LEKAT, Ferryanto Belopadang pesimis jika Bawaslu bisa dan mampu memprosesnya."Ayo, itu ada foto beredar, apa upaya Bawaslu dan Gakkumdu? supaya terkesan Adil dan Fair" Tantangnya.(Red)



Penyuluhan Kesehatan, Pencegahan Penyakit Jantung Coroner Bagi Personil Polres Tana Toraja

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Wakapolres Tana Toraja, Kompol Jacob Lobo SH MH, mewakili Kapolres Tana Toraja, membuka kegiatan penyuluhan kesehatan bagi personil Polri, yang di laksanakan di aula Bhayangkara Mapolres Tana Toraja, dengan pelaksana kegiatan dari Biddokkes Polda Sulsel. Kamis (19/11/2020). 


Kegiatan penyuluhan kesehatan bagi personil Polri ini di titik beratkan pada sosialisasi pengenalan penyakit jantung yang perlu diketahui. 


Menurut data, personil yang bertugas di Wilkum Polda Sulsel, tercatat di tahun 2020, terdapat 19 anggota yang meninggal dunia disebabkan oleh penyakit jantung. 


Hal ini di sebutkan oleh ketua tim penyuluhan, dr. R. Septiyanti Majid, Kaur Yankes Subdit Kespol Biddokkes Polda Sulsel, saat memberikan sosialisasi di depan personil Polres Tator yang mengikuti penyuluhan. 


" Berdasarkan data inilah sehingga kami dari tim penyuluhan Biddokkes Polda Sulsel memutuskan untuk memberikan materi penyuluhan terkait pencegahan penyakit jantung coroner ". Sebut dr. R. Septiyanti. 


Dikutip salah satu tips yang perlu di ketahui, yang di anjurkan oleh dr. R. Septiyanti, sebagai berikut :


Tips Pencegahan Penyakit Jantung Coroner :

- Mengurangi asupan lemak total

- Mengganti asam lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh dari sayuran dan makanan laut

- Meningkatkan asupan buah, sereal, sayuran

- Mengurangi total asupan kalori bila berat badan bertambah

- Berolahraga dengan baik dan tidak membebani kerja jantung. 


Kegiatan penyuluhan kesehatan yang berlangsung di aula Bhayangkara ini di ikuti oleh perwira dan bintara Polres Tana Toraja, dengan tetap merujuk pada protokoler kesehatan. 


Sebelum kegiatan di mulai, personil di wajibkan untuk melalui tahapan periksa suhu tubuh dan penyemprotan handsanitiser oleh panitia. 


Begitu pula posisi kursi diatur dengan jarak 1 meter, sehingga kegiatan yang berlangsung ini dapat memenuhi standar anjuran protokoler kesehatan. 


Terkait hal tersebut Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Pol dr. Yusuf Mawadi mengungkapkan bahwa penyuluhan ini bertujuan guna memberikan edukasi kepada personil polri terkait masalah dan penanganannya.


"Penyuluhan ini diselenggarakan guna memberikan pemahaman dan edukasi personil Polri terkait masalah penyakit serta gangguan kesehatan dan upaya penanganannya," terang Kabid Dokkes.


"Semoga dengan penyuluhan ini para personil Polri dapat lebih mawas diri dan lebih menjaga kesehatannya," pungkas Kabid Dokkes.(*)

Sumber: Humas Polda Sul-Sel

Gesit !! VDB Dimata Awak Media, Diyakini Unggul Di Pilkada Tator 2020

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Sosok Victor Datuan Batara, SH yang kembali tampil di Pilkada Tana Toraja 2020 tidak diragukan lagi dalam hal Responsibility terhadap persoalan yang ditemuinya dalam tugas selama ini. Kembali tampil mendampingi Ir Nicodemus Biringkanae (Bupati Petahana) adalah merupakan keputusan yang strategis dan diakui banyak pihak.

Seperti terlihat hari ini, beberapa tempat dikunjunginya bahkan untuk urusan "Mammaran Mata" (Kedukaan istilah Toraja), Kamis (19/11/2020).

Tidak risih dengan siapapun, humanis dan periang adalah gesture yang paling sering ditunjukkannya, bahkan kepada pihak-pihak yang bahkan pernah menyakiti atau membuatnya meluapkan emosi. Tidak-lah mudah seperti itu, ungkap salah seorang pengunjung Warkop yang ditemui di bilangan Pasar Seni Makale, Rabu (18/11/2020). 


Penuh perhatian, responsif dan peduli menjadi modal bagi Victor untuk mudah bergaul. VDB Community adalah bagian dirinya yang sangat solit mendukungnya, bahkan saat beberapa oknumm-oknum tertentu berusaha "Mematikan" langkah politiknya.

Selasa, 1 September 2020, dikala DPP Partai Golkar menetapkan Pasangan Calon (Paslon) NIco-Victor (NIVI) untuk diusung pada Pilkada Tana Toraja 2020, menjadikan lengkaplah "Persenjataan" yang dimiliki NIVI pada Pilkada 9 Desember 2020 yang tinggal 19 hari lagi. Pilihan yang sangat tepat, karena VDB selaku Ketua DPD II Partai Golkar Tana Toraja.


Dimata penggiat media, nama VDB sangat akrab, bahkan menjadi Ketua Dewan Kehormatan pada IWO Toraja, ungkap Ferryanto Belopadang.

"Kami bangga punya sosok sekelas VDB (Victor Datuan Batara,SH), kami juga bangga bisa menjadi bagian Perjuangan Rakyat, bahkan yakin NIVI Unggul di Pilkada Tana Toraja 2020" ungkap Direktur LSM LEKAT.



Terlihat pada suatu kesempatan, VDB asyik bercengkerama dengan penggiat Media dan aktifis LSM di bilangan Pasar Seni Makale, seakan tanpa sekat, VDB asyik menghangatkan suasana.


Salut dengan sosoknya, kalau mau "Mengakui Suara Hati", Victor tak mungkin dapat kita tampikkan, ungkap penggiat Aktifis Pemuda, Ferdi Tandungan.


Itulah Victor, terkadang dengan gaya "Patah-Patah" saat berhadapan dengan petinggi yang dihadapinya, bercanda dan menghapus keheningan saat berada diantara masyarakat, dan tak jarang terlihat menitikkan air mata seperti saat ratusan Tenaga Honorer memenuhi ruangan kerja dan diluar ruangan kerjanya, memperjuangkan nasib demi menyokong keluarganya.


Tidak hanya itu, sosok Nicodemus Biringkanae dengan segala kerendahan hati menghadapi semua cercaan baik yang ditujukan padanya secara pribadi, keluarga dan dalam tugasnya, dirinya tetap mengedepankan "Diam dalam keheningan" demi "Mengurai Kebekuan Merajut Kebersamaan".(TIM)


Laporkan Ke Polres Terkait ASN, Serni Pindan: Melakukan Tindakan Yang Menguntungkan Paslon Dengan Bentuk Mengkampanyekan

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Setelah lembaga yang dipimpinnya melaporkan salah seorang ASN ke Polres Tator, Ketua Bawaslu Tana Toraja, Serni Pindan angkat bicara, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, via WhatsApp, tindakan yang dilakukan JT (inisial) salah seorang ASN di Kecamatan (Sangalla') melakukan tindakan yang menguntungkan paslon dengan bentuk mengkampanyekan. "Melakukan tindakan yang menguntungkan paslon dengan bentuk mengkampanyekan" urai Serni Pindan saat diminta lebih rinci tindakan JT hingga berurusan dengan Hukum.

Berita terkait:

Masih Serni Pindan, Tindakan JT selaku ASN oleh Bawaslu Kabupaten Tana Toraja menyimpulkan terpenuhi unsur dugaan pelanggaran Kode Etik dan perilaku ASN berdasarkan UU 5 THN 2016 Tentang ASN, dan oleh Sentra Gakkumdu Kab. Tana Toraja menyimpulkan tindakan JP diduga terpenuhi unsur dugaan pelanggaran pidana pemilihan sesui pasal 71 ayat (1) jo 188 UU 1 thn 2015, sehingga diteruskan ke Penyidik kepolisian.

"Berfoto dengan Banner Paslon dan dipasang sebagai status WA (WhatsApp) dan menyebarkan di WA (WhatsApp) Grup" ungkapnya pula.

Saat diminta menunjukkan Foto pelanggaran yang dimaksud, Serni Pindan tidak bisa memberikan.

" Katanya banyakji yang beredar itu, masalahnya saya tidak punya" tangkis Ketua Bawaslu Tana Toraja, Serni Pindan,S.Pd.(FB)



KPK Berbenah Melalui Peraturan Komisi (Perkom) No.7 Tahun 2020

 Jakarta, LEKATNEWS.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penataan organisasi sebagai bentuk pelaksanaan UU No.19 Tahun 2019 melalui Peraturan Komisi (Perkom) No.7 Tahun 2020. Hal ini juga memperhatikan rencana strategis Pimpinan KPK periode 2020 s.d 2024.


Terdapat tiga pendekatan strategis untuk mengakselerasi pemberantasan korupsi: 1. Pendidikan antikorupsi atau pendekatan pencegahan; 2. Perbaikan sistem atau perbaikan kebijakan; 3. Penindakan (penyelidikan - penyidikan - penuntutan) atau represif yang menimbulkan efek jera.


Terkait Perkom No.7 Tahun 2020 antara lain sebagai berikut: 1. Perubahan struktur KPK, untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi pelaksanaan tugas dgn menyesuaikan fungsi/tugas, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 dan Pasal 7 UU No.19 Tahun 2019.


2. KPK telah melakukan pembahasan dengan Kemenpan RB dan Kemenkumham terkait perubahan struktur. Penataan organisasi ini kemudian membuka ruang penambahan jabatan dan penghapusan beberapa jabatan, serta penyesuaian jabatan ke dalam kelompok jabatan lainnya.


3. Penambahan Kedeputian Pendidikan, berdasarkan hasil kajian internal, dgn kesimpulan dan rekomendasi salah satunya membentuk Kedeputian Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat dalam Pemberantasan Korupsi.



4. Membentuk Kedeputian Koordinasi dan Supervisi, yang sebelumnya merupakan unit di bawah Kedeputian Pencegahan dan Penindakan. Hal ini sesuai dengan tugas KPK yang diatur dalam Pasal 6 Huruf b dan d UU 19/2019.


5. Pemeriksaan disiplin menjadi tugas Inspektorat dan tugas Pengaduan Masyarakat (Dumas) tetap dilaksanakan dgn mengubah nomenklatur menjadi Direktorat Layanan Pelaporan dan Pelaporan Masyarakat di bawah Kedeputian Informasi dan Data (Inda).


6. Pembentukan Staff Khusus sebagai pengganti fungsi penasihat yang aturannya dicabut oleh UU 19/2019. Staff Khusus tidak melekat pada Komisioner secara perorangan, dan berjumlah 5 orang untuk memenuhi kebutuhan 5 bidang strategis, yaitu: teknologi informasi; SDA dan lingkungan; hukum korporasi dan kejahatan transnasional; manajemen dan sumber daya manusia, serta; ekonomi dan bisnis.


KPK memastikan mekanisme dan proses pengisian jabatan akan dilakukan prinsip terbuka, transparan, independen, dan akuntabel, sesuai dengan proses rekrutmen yang selama ini telah berjalan." Sumber KPK (*)

NasDem All-out Menangkan Nico-Victor, Semuel: Jika Tidak, Bisa Di-PAW

MAKALE, LEKATNEWS.COM -- Pergerakan Tim Perjuangan Rakyat Nico-Victor di Pilkada Tana Toraja 2020 terus berjalan dari kota hingga ke pelosok untuk memenangkan paslon petahana, Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Nico-Victor).


Dalam waktu yang nyaris bersamaan, setelah menggelar sosialisasi di Tongkonan Kanan Padangiring, juga berlangsung sosialisasi yang digelar legislator NasDem di Bittuang dan Saluputti.


Legislator NasDem Toraja yang juga ketua fraksi Nasdem, Semuel Tandirerung, rela mendatangi beberapa basis massa Nico-Victor di pelosok meski dengan jarak puluhan kilometer.


Menurut Semuel, sambutan masyarakat terhadap pasangan petahana nomor urut 2 ini sangat besar. Itu terlihat dari beberapa titik yang dia garap sejak beberapa pekan terakhir.


Dalam dua hari terakhir saja, Semuel menghadiri undangan masyarakat di Lembang Buttu Limbong (Kecamatan Bittuang) dan Lembang Rea Tulaklangi (Kecamatan Saluputti).


Dari beberapa kunjungan ke masyarakat di wilayah yang berjarak puluhan kilometer ini, Semuel yakin jika wilayah yang berada di barat Toraja ini akan dimenangkan Nico-Victor.


Selain Semuel, kader NasDem se Tana Toraja juga melakukan hal sama demi kemenangan Nico-Victor di Pilkada 9 Desember 2020.


NasDem merupakan partai pengusung utama Nico-Victor atau yang akrab dengan akronim NIVI bersama Partai Golkar dan Perindo. Berikut pendukung Partai Gelora.


"Seluruh Fraksi NasDem bergerak masif memenangkan NIVI jilid 2. Sebagai usungan Partai Nasdem, seluruh kader akan mendukung penuh. Jika tidak, resikonya akan berbuntut PAW," tegas Semuel kepada wartawan di Makale, Kamis (19/11/2020).


Semuel menegaskan, selain kader, Fraksi NasDem bertanggung jawab secara politik dalam memenangkan Nico-Victor dan itu wajib dilakukan.


Semua legislator NasDem, kata dia, gencar melakukan aksi yang sama di dapil masing-masing. 


Selain Semuel di Kecamatan Saluputti dan Bittuang, beberapa kader NasDem lainnya ikut bergerak masif, di antaranya Yohanis Littang (Mengkendek), Yuli Saranga (Rembon dan Malimbong), Evivana (Makale), Andreas Tangirerung (Simbuang-Mappak) dan Paris Allorerung (Sangalla).


"Semua utuh dan terstruktur karena mereka diawasi oleh partai. Mereka mengirim bukti kegiatan foto lewat grup WA," bebernya.(*)

Bawaslu Kab. Tana Toraja Teruskan Satu Kasus Dugaan Pelanggaran ASN Ke Polres Tana Toraja

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Seorang oknum ASN resmi di laporkan ke Polres Tana Toraja pada hari Rabu (18/11/2020) malam sekitar pukul 09.00 wita , oknum ASN yang dilaporkan ini berinisial JT dan merupakan staf salah satu kecamatan di Kab. Tana Toraja.


Pelaporan ini tertuang pada Laporan Polisi No. : LPB / 88 / XI / 2020 / SPKT Polres Tana Toraja, JT di duga telah melakukan pelanggaran netralitas ASN.


Sesuai dengan mekanisme, dugaan pelanggaran Netralitas ASN yang di duga dilakukan oleh JT, sebelumnya telah dilaporkan ke Bawaslu Tana Toraja dengan nomor laporan : 007/Reg/LP/Pab/Kab/27.19/XI/2020.


Hasil dari kajian sentra Gakkumdu no. 005/SG/LP/PB/Kab/27.19/XI/2020, menyebutkan bahwa dugaan pelanggaran Netralitas ASN yang di lakukan oleh JT telah memenuhi unsur tindak pidana pemilihan dan layak untuk ditingkatkan ke tahap penyidikan.


Berdasarkan kajian tersebut , Bawaslu Kab. Tana Toraja kemudian meneruskan kasus dugaan pelanggaran Netralitas ASN tersebut ke penyidik Polres Tana Toraja.


Ketua Bawaslu Tana Toraja Serni Pindan, SP.d, bersama salah satu stafnya, Nurbaya, menyerahkan berkas hasil kajian Bawaslu dan sentra Gakkumdu kepada pihak Polres Tana Toraja, yang di wakili oleh Kasat Reskrim AKP. Jon Paerunan SH di Mapolres Tana Toraja.


Sementara itu, mewakili Kapolres Tana Toraja, Kasat Reskrim Polres Tana Toraja AKP. Jon Paerunan, SH yang di konfirmasi, membenarkan pihaknya telah menerima kasus tersebut.


" Iya, kasus dugaan pelanggaran Netralitas ASN yang di duga dilakukan oleh JT telah kami terima, begitu pula dengan laporan polisi dari sdr ACP ( inisial) juga telah di terima oleh SPKT, dan selanjutnya akan kami proses lanjut sesuai mekanisme penyidikan ". Sebut Jon Paerunan, SH, membenarkan.(*)


Sumber : Humas Polres Tana Toraja .

Tokoh Adat Toraja: Kami Hanya Butuh Pengakuan Mapongka Tanah Adat !!

 Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Polemik Mapongka terus bergulir, setelah Plang Sita raib entah kemana, serta tanggapan dari Kuasa Hukum Pemilik Tanah sesuai SHM (Sertifikat Hak Milik) yang diberitakan sebelumnya. Kini, Tokoh Adat Toraja kembali angkat bicara.


Ditemui di Makale, Sismay Eliata Tulungallo alias Papa' Era menegaskan bahkwa Tanah Mapongka adalah Tanah Adat. Menurutnya, penamaan Mapongka dan wilayah sekitarnya oleh leluhurnya dan itu jauh sebelum berdirinya Kantor Kehutanan. "Disana ada Liang, ada sumur tua, itu pasti bukan punya Kantor Kehutanan" lantang Papa Era, Selasa (17/11/2020).

"Mapongka adalah Tanah Adat, bahkan wilayah yang ditempati Bandara saat ini adalah bagian dari Tanah Adat, dibuktikan dengan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI terhadap gugatan Ahli Waris Puang Sesa Bonde yang hingga kini belum jelas penyelesaiannya, karena ada masalah oleh TIM 9" urai Pemerhati Budaya Toraja.

Berita terkait:

https://www.lekatnews.com/2020/11/usai-dituding-pengacara-terkait-sita.html

https://www.lekatnews.com/2020/11/presiden-ri-akan-resminikan-bandara.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/lekat-stop-usik-masyarakat-adat-di.html

https://youtu.be/8ANZ9wVO0Ck


Penjelasan Kajati Sul-Sel (pada berita sebelumnya) bahwa akan ada program TORA, ditangkis Sismay, bahkan dengan tegas dikatakannya bahwa Mapongka bukan hutan.


"Tidak usah bicara TORA, Mapongka adalah Tanah Adat BUKAN Hutan"tegas Sismay Eliata Tulungallo.

"Tulis, saya minta Aparat Penegak Hukum (APH) menindak pihak-pihak yang selama ini terlibat kasus Tanah di Buntu Kunik (Lokasi BBK)"tutupnya.(FB)

Ketua Dan Anggota Komisi III DPRD Tana Toraja Beserta Pjs. Bupati Kunker Ke Bandara Toraja


Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Bandara Toraja, sebelumnya dengan nama proyek Pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) di Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, siap diresmikan. Setelah jadwal peresmiannya beberapa kali tertunda, kali ini Ketua dan Anggota Komisi III DPRD Tana Toraja beserta Pjs. Bupati meninjau kelanjutan Pembangunan Bandara Toraja dan kesiapan peresmiannya, Selasa (17/11/2020).



Dikonfirmasi usai Kunker, Nikodemus P. Mangera, SE membenarkan adanya kunjungan Komisi III. Dikatakan Nimar (Akronim) nama Ketua Komisi III, Kunjungan Kerja (Kunker) komisi III dan Pjs Bupati Drs. H. Asri Sahrun Said untuk melihat kelanjutan pembangunan Bandara Toraja, sekaligus meninjau persiapan kunjungan Pak Presiden.



"Persiapan sudah dari tanggal 10 (November), cuman jadwal kedatangan beliau diundur terus sampai sekarang belum ada kepastian jelas" ungkap Nikodemus Mangera, Politisi Partai Golkar.





Saat ditanyai tentang kelanjutan pembangunan Bandara Toraja, Nimar menyebutkan sangat baik. "Pembangunan bandara terus berlangsung dan suport dari Pemerintah Pusat dan Prov sangat bagus dalam hal pendanaan" puji Nimar.

Kunjungan kerja kali ini disambut Rasidin,S.Kom selaku Kepala Bandara Toraja beserta Petrus Rantelinggi Pengendali Terminal UPBU Toraja.

Juga ikut dalam rombongan, beberapa orang OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait, Dr. Yunus Sirante Kepala Bappeda dan Margaretha Batara Kepala DPKAD.(FB)

Keluarga Besar Nene Pani Bertekad Ulang Kesuksesan Nico-Victor di Pilkada 2015

 Keluarga Besar Nene Pani Bertekad Ulang Kesuksesan Nico-Victor di Pilkada 2015



Sosialisasi di Tongkonan Kanan Padangiring, Victor: Selama Ini Kalian Sudah Lihat Bukti



MAKALE, LEKATNEWS.COM -- Keluarga besar Maria Paissi yang akrab disapa Nene Pani di Tongkonan Kanan, Padangiring, Kecamatan Rantetayo, Tana Toraja, menyatakan komitmennya untuk kembali memenangkan paslon  Bupati-Wakil Bupati Tana Toraja nomor urut 2, Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Nico-Victor).



Komitmen itu dibuktikan dengan menghadirkan keluarga besarnya berbaur dengan warga Padangiring menyambut kedatangan cawabup Victor Datuan Batara di kediamannya, Senin (16/11/2020).



Keluarga besar ini bertekad mengulangi kesuksesan Nico-Victor memenangkan Pilkada 2015 lalu. Warga Padangiring pun antusias di kediaman Nene Pani di Tongkonan Kanan. 


Victor hadir didampingi sejumlah petinggi parpol pengusung dari Partai Golkar, Nasdem, Perindo, dan Gelora. Hadir pula Ketua Tim Perjuangan Rakyat Nico-Victor, Welem Sambolangi.


Di depan warga Padangiring, Victor meminta warga untuk tidak salah memilih. Dia memberikan pilihan kepada warga setempat untuk melihat sendiri mana yang layak dipilih.


Bagi Victor, warga sebaiknya memilih berdasarkan bukti kinerja. Selama ini, kata dia, bukti yang dilakukan Nico-Victor selama menjabat Bupati-Wakil Bupati Tana Toraja terlihat sendiri oleh masyarakat pemilih. 


"Saya kira saudaraku semua sudah melihat bukti. Dan saya yakin saudaraku semua tidak akan menyesal memilih saya dan kakanda Pak Nicodemus," kata Victor yang juga mantan Kapolres Tana Toraja ini.

 

Sementara itu, Ketua Tim Perjuangan Rakyat Nico-Victor, Welem Sambolangi, memberi jaminan bahwa Nico-Victor adalah pasangan yang selalu kompak.


Salah satu buktinya, pasangan ini satu-satunya di Pilkada serentak 2020 ini yang tidak pecah kongsi. Keduanya masih tetap berpasangan sebagai tanda bahwa Tana Toraja ini harus dibangun dengan kerjasama yang baik.


Berbagai bukti kinerja telah ditorehkan dan meraih banyak penghargaan. Karen itu, dengan memilih Nico-Victor, warga tak akan salah memilih di hari H tanggal 9 Desember 2020.


"Saya yakinkan bahwa pasangan ini sudah membuktikan dan selayaknya melanjutkan pemerintahan ini. Kita akan sama-sama mengawal 3,5 tahun ke depan agar tidak mengecewakan kita.  Saya jadi jaminannya. Saya jamin pasangan Nico-Victor akan menjalankan amanah dengan baik," tandas Welem. (*)

Tegaskan Kembali Netralitas, Kapolres Tana Toraja Akan Tindak Tegas Personil Yang Terbukti Dukung Paslon Tertentu


Tegaskan Kembali Netralitas, Kapolres Tana Toraja Akan Tindak Tegas Personil Yang Terbukti Dukung Paslon Tertentu


Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Sumber terjadinya konflik di sebuah pemilihan adalah bersumber dari pemangku kewenangan, karena pemangku kewenangan memiliki potensi untuk berbuat sesuatu yang dapat mempengaruhi atau pun mengarahkan masyarakat, olehnya Pemangku Kewenangan yang tidak bersikap Netral, Jujur dan adil merupakan ancaman bagi pelaksanaan Pilkada.


Inilah salah satu amanat yang dikatakan oleh Kapolres Tana Toraja AKBP. Sarly Sollu, SIK, MH, saat memimpin apel di Senin (16/11/2020) pagi ini. 



Apel senin pagi, yang didalam tradisi kepolisian disebut juga Apel Rutin Jam Pimpinan, merupakan sarana bagi Pimpinan Polri menyampaikan amanat, pesan, penekanan, arahan maupun petunjuk perintah yang perlu diketahui dan dilaksanakan oleh anggota Polri.


Kapolres Tana Toraja AKBP. Sarly Sollu, kembali menegaskan kepada seluruh personil Polres Tana Toraja untuk menggunakan kewenangan sesuai dengan tupoksinya.


" Saya tegaskan kepada anggota, pemangku kewenangan seperti yang di miliki oleh anggota Polri berpotensi di ikuti oleh masyarakat, untuk itu saya akan tindak tegas siapapun anggota personil Polres Tana Toraja yang terbukti mendukung Paslon tertentu, ini komitmen Netralitas kita selaku anggota Polri ". Tegas Sarly Sollu.


Lebih lanjut, Kapolres Tana Toraja menjelaskan bentuk perbuatan yang tidak boleh dilakukan oleh anggota Polres Tana Toraja yang berkaitan dengan Netralitas di Pilkada, yaitu :

1. Perbuatan memihak Paslon tertentu baik secara langsung maupun tidak langsung.

2. Perbuatan konspirasi mendukung Paslon tertentu, baik secara langsung maupun tidak langsung.


Selain dari penekanan Netralitas yang wajib hukumnya di junjung tinggi oleh personil Polres Tana Toraja, AKBP. Sarly Sollu, SIK MH, juga meneruskan penekanan Kapolri Jend. Pol. Idham Azis, terkait pendisiplinan masyarakat pada protokoler kesehatan.


" Kerumunan warga yang mengabaikan protokoler kesehatan telah menciptakan cluster cluster baru, akibatnya terjadi peningkatan jumlah penderita covid secara nasional, warga mulai abai mematuhi 4M, berdasarkan hal ini, diperintahkan kepada seluruh personil Polri di mana pun berada agar memperketat himbauan keselamatan protokoler kesehatan ". Kata Sarly Sollu mengutip arahan dari Kapolri.


Perlu diketahui, arahan dan perintah untuk memperketat himbauan keselamatan dan pendisiplinan masyarakat ini di katakan oleh Kapolri pada saat peringatan Dirgahayu Korps Brimob ke 75 tanggal 14 November 2020, 2 hari yang lalu.


Menindak lanjuti perintah dari Kapolri, Kapolres Tana Toraja memerintahkan kepada personil Polres Tana Toraja yang terlibat Ops Yustisi Pendisiplinan Masyarakat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas himbauan protokoler kesehatan.


" Datangi warga berkerumun yang abai protokoler kesehatan khususnya penggunaan masker, himbau dan ingatkan warga kita, kalau perlu bagikan masker kepada mereka, jangan biarkan mereka abai, ingatkan terus dan terus, itu sudah menjadi amanah bagi kita ". Kata Sarly Sollu menekankan dilakukannya peningkatan himbauan Prokes.


Terakhir, AKBP. Sarly Sollu menggugah peserta apel pagi untuk cinta pada kebersihan, melakukan kerja kerja cerdas dan tuntas, berikan pelayanan yang terbaik,  dan permudah urusan masyarakat, demi mewujudkan Toraja Bermasyarakat.(*)


Sumber : Humas Polres Tana Toraja.

Usai Dituding Pengacara Terkait Sita Tanah Mapongka, Kajati Sul-Sel: Harap Jangan Diplintir !!

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Sebelumnya diberitakan, Salasa Albert, dari Kantor Hukum Salasa Albert,SH & Partner selaku Kuasa Hukum Pemilik lahan sesuai SHM (Sertifikat Hak Milik) di Tanah Mapongka berbatasan Kawasan Proyek Bandara Buntu Kunik (BBK) mempertanyakan lenyapnya Plang Sita yang sebelumnya terpasang dan dipasang Tim Penyidik Kejati Sul-Sel, Minggu (15/11/2020).
Berita terkait:
https://www.lekatnews.com/2020/11/presiden-ri-akan-resminikan-bandara.html

Sigap, Kajati Sul-Sel, Dr. Firdaus Dewilmar, SH, M.Hum langsung bersuara, menurutnya Penyitaan terkait korupsi proyek P3HT dari kantor wilayah Pertanahan cq Kantor Pertanahan Kab Tana Toraja 2005 sampai 2012 pelepasan kawasan hutan kepada orang per orang  yang melanggar ketentuan peraturan yang ada yang, lokasinya di luar kawasan Bandara Buntu Kunik (BBK yang akan diresmikan sebagai Bandara Toraja).

"Penyitaan terkait korupsi proyek P3HT dari kantor wilayah Pertanahan cq kantor Kab Pertanahan kab TanahToraja 2005 sampai 2012 pelepasan kawasan hutan kepada orang per orang  yang melanggar ketentuan peraturan yg ada yang  lokasinya di luar kawasan Bandara Buntukunik" ungkap Kajati Sul-Sel, Senin (16/11/2020).


Masih Firdaus, perlu menjadi perhatian penurunan plang Penyitaan  untuk  harapan jangan  diplintir.  "Saya menghimbau semua pihak dapat melihat dengan jernih untuk kepentingan Negara , Pemerintah dan Masyarakat Adat Toraja, karena kita juga akan mendorong program "TORA" untuk Masyarakat Adat dan masyarakat pengarap hutan dengan itikat baik" jelasnya. (FB)

PRESIDEN RI AKAN RESMIKAN BANDARA TORAJA YANG KAWASANNYA MASIH DISITA KEJAKSAAN TINGGI SUL-SEL, PENGACARA: KEMANA PLANG SITA LENYAP?



PRESIDEN RI AKAN RESMINIKAN BANDARA TORAJA YANG KAWASANNYA MASIH DISITA KEJAKSAAN TINGGI SULSE, PENGACARA: KEMANA PLANG SITA LENYAP?


Tana Toraja, LEKATNEWS -- Jika Jokowi jadi resmikan Bandara Toraja, Maka ini adalah peresmian Presiden yang pertama yang "dikibuli" Kejati Sul-Sel, ungkap Pengacara Salasa Albert dari Kantor Hukum Salasa Albert,SH & Partner, Minggu (15/11/2020).

Soalnya, lanjut Albert Salasa, kawasan sekitar areal Bandara itu sedang disita Kejati Sul-Sel.

"Dalam hubungan dengan dugaan korupsi penyalagunaan penerbitan SHM dalam kawasan hutan produksi Mapongka Mengkendek yang berbatasan kawasan Bandara"lanjutnya.

Jadi, agar tidak ketahuan Presiden, maka kajati perintahkan Penyidik Alfian untuk cabut puluhan plang sitaan di kawasan itu mulai hari ini, tuding Albert Salasa.

"Supaya Presiden tak baca kalau kawasan yang akan diresmukan itu tidak clear, tapi masalah dalam sitaan Kejati.

Berita terkait:

https://www.lekatnews.com/2020/08/sementara-presiden-jokowi-bersalut.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/lekat-stop-usik-masyarakat-adat-di.html

https://www.lekatnews.com/2020/08/lsm-lekat-layangkan-surat-terbuka.html

https://www.lekatnews.com/2020/08/dikonfirmasi-penerapan-perpres-882017.html

https://youtu.be/uH-ESfcMmQQ

https://youtu.be/zptLzev1-LE


Yang jelas ada 2 masalah atas kawasan Bandara Toraja, urainya pula.

Pertama, Bahwa sebelum hutan Mapongka wilayah Adat Mengkendek di jadikan hutan produksi seluas 868 ha tahun 1973 sesuai SK menhut no. 433/kpts-l /1973, maka kawasan itu dikuasai oleh 12 Penanian (lingkungan adat) dan itu bukan hutan negara tetapi hutan milik masyarakat adat. (putusan MK),  kogk di jadikan hutan produksi tanpa penyelesaian dengan masyarat adat. Rampok namanya! Lagi- lagi tudingan keras sang Pengacara.

"Sebelum tahun 1973 salah satu kelompok Adat dari keturunan Sanene Tobo yg bernama. Ny Jonana Batara Sosang, juga Parenge (pemimpin nasyarakat Adat) di kawasan Mapongka telah diakui sesuai surat resmi hak kepemikan ex tanah Adat seluas 42 ha. oleh Pemerintah Tana Toraja tahun 1980, dan berdasarkan dokumen tersebut pihak BPN menerbitkan SHM atas tanah milik tersebut. Persoalannya tanah SHM tersebut terkena perluasan jalan dari dan ke Bandara Toraja BBK kala itu). Tetapi Panitia tidak mau membayar ganti rugi, dengan alasan itu kawasan hutan mapongka. Ini ada dugaan korupsi korporate karena kemudiaan disita oleh Kejati sehingga ganti rugi tidak bisa di laksanakan, bebernya. 

Kalau kedua hal ini diketahui Jokowi maka kemungkinan besar BATAL peresmian Bandara Toraja.,simpul Salasa Albert.

"Karena kepentingan masyarakat adat di abaikan. Pada hal Jokowi (Presiden) sangat peduli pada nasyarakat adat. Sehingga ia mengeluarkan penpres no 88 tahun 2017 tentang penyelesaian penguasaan tanah di kawasan hutan"tegas Salasa Albert.

Pihak Kejari Makale yang dihubungi bahkan meminta untuk mengkonfirmasi langsung ke Pihak Kejati Sul-Sel.(*)

Rahmat Gobel: Nico-Victor itu Baik, Jangan Salah Pilih !!



Rahmat Gobel: Nico-Victor itu Baik, Jangan Salah Pilih


MAKALE, LEKATNEWS.COM -- Wakil Ketua DPR RI, Rahmat Gobel, mengingatkan agar warga Toraja tak salah dalam memilih kandidat menghadapi Pilkada Tana Toraja 2020.


Menurut politisi NasDem ini, pemerintahan di Tana Toraja dalam empat tahun terakhir sudah baik. Program sudah jalan dengan baik.


Empat tahun terakhir di era kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (Nico-Victor), banyak kemajuan yang terlihat, terutama dalam sektor pariwisata.


"Saatnya dilanjutkan saja. Pemerintahan ini sudah baik. Saya siap ke sini (Toraja) jika calon yang diusung Nasdem dipercaya menjadi kepala daerah lagi," kata Rahmat dalam sambutannya di Gedung Tammuan Mali', Makale, Tana Toraja, Sabtu (14/11/2020).


Rahmat yang juga politisi NasDem ini hadir dalam rangkaian Konsolidasi Partai NasDem se Sulawesi Selatan. Konsolidasi ini untuk menguatkan simpul NasDem dalam memenangkan usungan di pilkada serentak 2020, termasuk di Tana Toraja.


NasDem di Tana Toraja berkoalisi dengan Golkar dan Perindo dalam mengusung Paslon petahana nomor urut 2, Nico-Victor.


Dia mengatakan, seorang pemimpin wajib memiliki kriteria yang dibutuhkan oleh rakyat. Pertama soal integritas, dedikasi, komitmen, dan loyalitas.


Semua komponen ini, lanjut Rahmat, ada pada Nico-Victor. Sudah terbukti dengan banyaknya prestasi yang ditorehkan untuk Tana Toraja.


Rahmat juga adalah pengurus teras DPP NasDem yang menjabat Komando Pemenangan Teritorial Sulawesi DPP NasDem.


Sementara itu, Ketua DPD NasDem Tana Toraja, Evivana Rombe Datu, mengatakan, konsolidasi pengurus ini untuk mematangkan strategi memenangkan usungan di Tana Toraja.


Rombongan Rahmat Gobel disambut langsung cabup petahana Nicodemus Biringkanae dan cawabup Victor Datuan Batara.


Hadir pula Charles Meikyansyah, yang juga anggota DPR RI Komisi IV dan Ketua Bidang Media & Komunikasi Publik DPP Partai Nasdem.


Rahmat didampingi sejumlah  pengurus teras DPP NasDem, di antaranya, Atang Irawan (Ketua Bidang Legislatif DPP Partai Nasdem),  Kk Prof Sudirman Dewan Pertimbangan DPW Partai Nasdem, dan Tobo Heruddin (Ketua OKK DPW Partai Nasdem).(*)

Pimpinan DPR RI dan DPP NasDem Sambangi Khusus Posko Induk Nico-Victor Malam Ini



MAKALE, LEKATNEWS.COM -- Pimpinan DPR RI bersama rombongan malam nanti akan menjadi tamu khusus di Posko Induk Tim Perjuangan Rakyat Nico-Victor atau NIVI di Pantan, Makale, Tana Toraja, Jumat (13/11/2020) malam.


Pimpinan DPR RI yang akan hadir adalah Rahmat Gobel yang menjabat Wakil Ketua DPR RI. Rahmat juga adalah pengurus teras DPP NasDem yang menjabat Komando Pemenangan Teritorial Sulawesi DPP NasDem.


Hadir pula Charles Meikyansyah, yang juga anggota DPR RI Komisi IV dan Ketua Bidang Media & Komunikasi Publik DPP Partai Nasdem.


Rahmat akan didampingi sejumlah  pengurus teras DPP NasDem, di antaranya, Atang Irawan (Ketua Bidang Legislatif DPP Partai Nasdem),  Kk Prof Sudirman Dewan Pertimbangan DPW Partai Nasdem, dan Tobo Heruddin (Ketua OKK DPW Partai Nasdem).




Dari DPW Nasdem Sulawesi Selatan

(Sulsel) akan hadir Saharuddin Alrif yang menjabat sekretaris dan anggota DPRD Sulsel. Sejumlah pengurus DPW Nasdem Sulsel lainnya ikut hadir dalam rombongan tersebut, di antaranya Mas Rudi (Komando Pemenangan DPW NasDem Dapil 9) dan Dul (Komando Pemenangan DPW Dapil 2 Sulsel).



Ketua DPD Nasdem Tana Toraja, Evivana Rombe Datu, di Makale, mengatakan, kunjungan Rahmat Gobel dan rombongan dalam rangka roadshow dan konsolidasi pengurus DPD, DPC, hingga DPRT Nasdem se Tana Toraja, yang akan digelar, Sabtu (14/11/2020) besok di Makale.


"Lokasi konsolidasi akan kita tentukan paling lambat malam ini. Kunjungan ini sekaligus untuk berkonsolidasi dengan pengurus untuk memberikan semangat kepada tim untuk kembali memenangkan pasangan Nico-Victor sebagai Bupati-Wakil Bupati Tana Toraja periode 2021-2024," ungkap Evivana.


Selain Evivana dan pengurus DPD NasDem Tana Toraja, sedianya, rombongan akan diterima langsung pasangan cabup-cawabup, Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara.


Cabup Nicodemus sendiri di DPD NasDem Tana Toraja menjabat Ketua Dewan Pertimbangan. 


Akan hadir pula Ketua Tim Perjuangan Rakyat Nico-Victor, Welem Sambolangi, bersama seluruh pimpinan parpol pengusung Nico-Victor.(*)

Ikatan Wartawan Online (IWO) Teken MoU Dengan Komisi Kejaksaan RI

Jakarta Selatan,LEKATNEWS.COM -- Siang ini, Kamis 12 November 2020, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Wartawan Online ( IWO) Jodhi Yudono menandatangani MoU dengan Komisi Kejaksaan yang ditandatangani langsung oleh Ketua Komisi Kejaksaan Dr.Barita Simanjuntak, SH,MH, CFrA, yang diselenggarakan di Hotel Grand Mahakam Jakarta Selatan seusai mengikuti acara FGD (Focus Group Discussion ) dengan tema: Peningkatan Peran Kejaksaan RI Sebagai Dominus Litis Dalam Melaksanakan Keadilan Restoratif Khususnya Bagi Korban Tindak Pidana.


"Adapun tujuan besar dilaksanakannya MoU ini agar membuka ruang yang seluas-luasnya untuk  memajukan peran dan kemerdekaan pers serta mengoptimalkan keterbukaan informasi yang bertujuan untuk penguatan kelembagaan dan pengembangan kebijakan Komisi Kejaksaan Republik Indonesia (KKRI) dengan kompetensinya serta meningkatkan kualitas kinerja Kejaksaan, " ujar Jodhi disela-sela acara ramah tamah usai penandatangan MoU tersebut.

Ketum IWO yang dikenal sebagai budayawan ini saat ditanyakan sehubungan dengan langkah selanjutnya. 

"Usai MoU ini, tentu kami akan membahas secara internal terlebih dahulu dan kemudian akan di format bentuk perjanjian kerjasamanya oleh tim Bidang Hukum dan Advokasi Pengurus Pusat IWO yang di Ketuai oleh Sandy Nayoan, beliau dan timnya kan Pengacara semua, lebih komprehensif," tambahnya.

IWO akan menginformasikan kepada masyarakat terkait dengan fungsi dan tugas KKRI sebagai lembaga yang melakukan pengawasan, pemantauan dan penilaian terhadap kinerja dan perilaku jaksa dalam mejalankan tugas dan wewenangnya.

Hadir menyaksikan penandatanganan MoU tersebut selain para komisioner KKRI adalah Sekjen  dan Bendum pengurus pusat IWO, Ketua Komisi Kepolisian Nasional Irjen Pol. (purn.) Benny Mamoto, Jampidum Dr.Fadil Zumhana.

"Yah, nanti pokoknya Sandy Nayoan dan timnya yang akan memformulasikan dan menyusun konten perjanjian kerjasamanya terlebih dahulu, selanjutnya dalam pelaksanaannya akan kita lakukan evaluasi apabila ada hal-hal yang perlu di perbaiki dalam menjalankan kerjasama ini," tambah Jodhi sebelum meninggalkan ruangan.(*)

Kapolres Tana Toraja Kunjungi Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah, Galang Dukungan Pilkada Damai

 

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Setelah mengunjungi Ketua MUI Kab. Tana Toraja, KH. Zainal Muttaqien, yang kemudian dilanjutkan dengan berkunjung ke sekretariat PC. NU, bertemu dengan Ketua Tanfidziyah NU Kab. Tana Toraja, H. Ahmad Toago, Kapolres Tana Toraja AKBP. Sarly Sollu, SIK, MH, melanjutkan Silaturrahmi ya dengan mengunjungi Pondok Pesantren Pembangunan Muhammadiyah, yang berada di Km 12, Ge'tengan, Kel. Rantekalua, Kec. Mengkendek. Kamis (12/11/2020).


AKBP. Sarly Sollu, SIK, MH, yang didampingi oleh Kasat Intelkam AKP. Slamet Paryanto, di terima oleh Ustadz Sudirman, pimpinan pondok pesantren  pembangunan Muhammadiyah Tana Toraja.


Temu Silaturrahmi yang berlangsung di salah satu ruangan kantor pondok pesantren ini berlangsung dengan hangat.



Kepada Ustadz Sudirman, Sarly Sollu meminta dukungan segenap warga pondok pesantren untuk bersama sama mewujudkan Pilkada Tana Toraja yang aman, damai dan sejuk.


" Melalui pak ustadz dan keluarga pesantren, mohon disampaikan kepada masyarakat bahwa Polri, khususnya Polres Tana Toraja sudah menentukan sikap, yaitu menjunjung tinggi Netralitas Polri di Pilkada, kami juga mohonkan partisipasi keluarga besar pesantren pembangunan Muhammadiyah untuk menyampaikan pesan pesan Kamtibmas, agar masyarakat menghindari politik uang,  tidak turut serta menyebarkan berita hoax dan menghindari segala bentuk provokasi dan ujaran kebencian, demi mewujudkan Toraja Bermartabat ". Pinta Sarly Sollu.


Lebih jauh lagi, AKBP. Sarly Sollu, SIK, MH, selaku Kapolres Tana Toraja meminta saran dan masukan untuk menunjang tugas pokok anggota Polri, memelihara kamtibmas,  menegakkan hukum,  melindungi,  mengayomi dan melayani masyarakat .


" Jika dalam melaksanakan tugas tugas selaku anggota Polri terdapat kekurangan,  mohon kami diberi masukan ". Pinta Sarly Sollu lagi.


Selain menyampaikan pesan pesan Kamtibmas, Kapolres Tana Toraja juga menyampaikan harapan dan cita cita mewujudkan Toraja Bermartabat, yang mengandung makna Masyarakat yang sadar dan patuh pada hukum, Masyarakat yang religius, dan Masyarakat yang Bergotong royong.



Sementara itu, Ustadz Sudirman pun mengapresiasi atas kunjungan silaturrahmi dari Kapolres Tana Toraja, AKBP. Sarly Sollu, SIK,MH.


" Kami mewakili pesantren pembangunan muhammadiyah mengucapkan banyak terimakasih atas kunjungan silaturahmi ini, dan kepada Bapak Kapolres, kami pun menegaskan dukungan bahwa terkait pilkada kami sebagai lembaga pendidikan tentunya netral dan kami pun mendukung pihak keamanan, dan tentunya pula harapan dan pesan pesan ini akan kami teruskan kepada keluarga besar pondok pesantren pembangunan Muhammadiyah, dan masyarakat luas.


Rangkaian kunjungan silaturrahmi ini berlangsung selama kurang satu jam lamanya, Kapolres Tana Toraja beserta rombongan meninggalkan pondok pesantren pembangunan Muhammadiyah pada pukul 12.00 wita.(*)


Sumber : Humas Polres Tana Toraja.

PILKADA, BIARKAN RAKYAT MEMILIH PEMIMPINNYA

Oleh : Ferryanto Belopadang

Pilkada bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia, tentunya. Pilkada adalah ajang "Pesta Demokrasi", seharusnya. Kenapa harus kasak-kusuk?

Alkitabiah, "Siapa yang Menabur, Dia yang Menuai". Kalau kita simak dengan seksama, masyarakat pemilih tentunya sudah punya pilihan masing-masing, dengan segala pertimbangan yang terkadang tak terpikirkan oleh Pakar sekalipun. Pikiran Praktis, namun Dilematis?

Alasan Dilematisnya terkadang terlihat oleh karena Hubungan Emosional personal dengan para calon. Bahkan bisa jadi, karena ketergantungan oleh keterbatasan yang dimiliki?

Kehadiran para Paslon dengan Visi-Misi dan Program, pastilah yang BAIK, tentunya. Polarisasi kinerja Tim Pemenangan adalah Faktor penentu yang tidak terlepas dari hasil Pilkada,nantinya.

Di Tana Toraja, masyarakat sangat responsif dengan tahapan Pilkada, bahkan agenda Debat Kandidat menjadi perhatian khusus masyarakat.

Terkadang, pembatasan ASN menjadi "Momok" bagi masyarakat itu sendiri. Pada suatu sisi, ASN selaku pemilik Hak Suara sebagai Hak Pilih, terbatasi oleh aturan yang ditujukan bagi ASN.

Berbeda dengan TNI/Polri, mereka-lah yang seharusnya Paling Netral, karena memang Tidak Diberikan Hak Pilih, mereka-lah yang mewakili kepentingan Negara selaku Aparat.

Demokrasi, adalah alasan untuk memilih, dan Pilkada adalah "Pesta Demokrasi", kenapa harus "Bersungut-sungut", kalau kita sepakat Pilkada adalah "Pesta Rakyat"?

Haruskah Pertalian Saudara, Kerabat dan Pergaulan "Tercabik" oleh Pilihan yang Berbeda?

"Kebersamaan dalam Perbedaan, itulah Demokrasi", CAMKAN ITU !!

"SIAP KALAH ITU YANG UTAMA, KARENA SEMUA PASTI SIAP MENANG"

Yang Menang Jangan Sombong, Yang Menang Harus Merangkul Yang Kalah.

Pada Akhirnya, Biarkan Rakyat Memilih Pemimpinnya. 

Penulis adalah Direktur LSM LEKAT dan Pengelola Media Lekat News, Ketua IWO Toraja.


Top