Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Toraja Utara, LEKATNEWS.COM -- Menjadi Aparat Sipil Negara (ASN) masih menjadi harapan banyak warga Toraja Utara (Torut), bahkan menjadi ASN masih diidolakan para Pencari Kerja (Pencaker) di Bumi Pertiwi.

Menjadi tenaga hononer adalah jalan terjal menuju ASN, namunpun demikian ribuan warga Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara masih menggantungan harapan pada jalur Honorer sebagai "Jembatan Masa Depan" menuju ASN.



Konsekwensinya, hampir setiap tahun menjadi masalah terulang, hambatan SK dan Honorarium.

Bukannya tak jera, sudah kepalang-tanggung, bahkan ada yang sudah 15x Natalan dan Lebaran sebagai Honor sejak masih satu Kabupaten, Miris namun Faktanya demikian.

Pemerintahan berganti, kebijakan berganti pula, namun masalah Honorer jadi "Masalah Abadi", Sampai Kapan?

Dari penelusuran LEKATNEWS.COM, bahkan ramai diperbincangkan di grup honorer, sampai hari ini, memasuki akhir bulan kelima tahun 2020, belum juga menerima honorarium.

Jeritan saat corona melandapun tak mendapatkan bantuan karena dikategorikan penerima gaji tetap, tetap menunggu, sekelumit candaan mereka.

Riska, salah seorang Guru Honorer yang selama ini vocal, sangat berharap kepedulian Pemkab Toraja Utara terhadap kondisi Tenaga Honorer dalam masa Covid-19.

Demikian pula, Tia, menuliskan curahan hatinya, "Tae'pa tanda-tanda gajian (honorarium), tae' liumo padi pebarra'" (bahasa Toraja, kurang lebih artinya, belum adakah tanda-tanda gajian, tidak ada betul untuk pembeli beras).

Lanjut Tia, orang-orang terima BLT, dan bantuan lain, ta torro mo kita Honda menganga.

Miris betul kondisinya.

Diperlakukan sedemikian rupa, apalah daya mereka? Hanya tangis pilu, jeritan, tangis dan air mata para honorer yang selalu patuh terhadap ASN golongan terbawah sekalipun, apalagi mau nuntut dengan Pimpinan Pemerintahan.

Terlalu banyak keluh-kesah, bahkan curahan hati di media-sosial, bahkan rentetan pemberitaan tidak meluluhkan kebekuan pemerintahan yang terlalu sibuk dan tenggelam dalam lautan bansos, namun para honorer hanya bisa berharap menerima bansos sambil menanti SK dan Honorarium, ungkap Ferryanto Belopadang, Direktur LSM LEKAT, saat dimintai pendapatnya, Minggu (24/5/2020).

"

Semoga para honorer tetap tabah dan berdoa, keberpihakan Pemerintah akan menyemangati dalam gelombang corona dan badai ketidak-pastian Hak mereka selaku Honorer, Semoga.(Er)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top