Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Pemberian nama adalah sesuatu yang sakral, karena mengandung jadi diri, doa dan harapan.

Oleh perwakilan Tokoh Adat dari 19 Kecamatan dalam wilayah Kabupaten Tana Toraja, hari ini menghadiri undangan Pemerintah Kabupaten Tana Toraja di Ruang Pertemuan Hotel Sahid Mengkendek, Kamis (21/5/2020).

Dalam pertemuan yang dipimpin Victor Datuan Batara, SH selaku Wakil Bupati Tana Toraja, didampingi Forkopimda, Victor Datuan Batara, SH menjelaskan tujuan pertemuan Pemerintah Tana Toraja dan Tokoh Adat se Tana Toraja, beserta 19 Camat adalah untuk membahas penentuan Usulan Nama Bandara Baru di Tana Toraja.

Hadir pula 2 Wakil Ketua DPRD Tana Toraja, Evivana Rombe Datu, dan YL Paembongan,S.Th. Dr.Kristian HP Lambe Ketua Bapemperda, Politisi Partai Golkar Ketua Komisi 3 Nikodemus P Mangera,SE.

Kegiatan diawali menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, dan pembacaan Doa.


Victor juga menambahkan, dirinya bukan membawakan sambutan, namun pengantar untuk diskusi nanti oleh para Tokoh Adat.

Tak lupa Victor mewakili Pemerintah Daerah mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kehadiran Tokoh Adat se Tana Toraja untuk membahas usulan nama Bandara Baru.

Jafriady Mapeare, selaku Kepala Bandara Pongtiku diminta untuk memberikan arahan tentang penamaan bandara baru.

Sismay Eliata Tulungallo, yang lebih sering disapa Pong Hera, hadir mewakili Tokoh Adat Mengkendek (Basse Adinna) menyuarakan pemberian nama yang singkat, namun mendunia.

"Janganlah hal yang kecil membuat perselisihan, mari kita bangkit untuk masa depan Toraja"pintanya. Tak lupa Pong Hera memberikan masukan tentang penyelesaian permasalahan yang ada. Berikanlah yang menjadi hak, kalau itu hak masyarakat Adat harus diberikan, tegas Pong Hera yang mengaku malang-melintang 30-an tahun di dunia Tour Guide.

Setelah mendengarkan usulan-usulan yang masuk, Bonifasius Paundanan, Kadis Kebudayaan yang didaulat sebagai moderator, menyimpulkan nama "Bandara Toraja", dan serempak disetujui.

Nama Bandara Toraja (Toraja Airport) resmi jadi usulan untuk diteruskan ke Paripurna DPRD Tana Toraja dalam waktu singkat.

Selain usulan Penamaan Bandara Baru (BBK), dua hal lain yang dibahas adalah Pemberian Gelar Adat dan Pakaian Adat, apabipa Presiden RI H. Joko Widodo hadir di Toraja meresmikan Bandara Toraja nantinya.

Cristal Ranteallo, Kadispora, membacakan usulan Gelar Adat dan Sebutan Adat (Tingga') bagi Presiden Jokowi.

"Ada konsep dahulu sewaktu mempersiapkan gelar Adat atas kehadiran Presiden di Tana Toraja, sudah pula dikonsultasikan dengan Ne' Sando, Tominaa, bahkan sudah kami konsultasikan dengan Paspampres saat itu" terang Cristal.

Akhirnya oleh para tokoh Adat, konsep itu disepakati untuk dipakai nantinya.

Terkait Pakaian Adat, Ma'passapu na ma'bida', Pakian Adat resmi, dengan sarung tenun, dan Passapu Tallu Lolona. Bahkan diberikan senjata khas Toraja sebagai tanda Keberanian, La'bo' (parang) Pinai.

Kegiatan ditutup dengan ungkapan syukur. Pemerintah Kabupaten Tana Toraja atas kehadiran para Tokoh Adat dan Camat, serta LSM dan Pers yang turut hadir.(fb)




About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top