Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Dituding masuk kawasan Hutan, Frans Sosang tunjukkan Bukti Kepemilikan atas sejumlah tanah di Mapongka, Kelurahan Rantekalua,Kecamatan Mengkendek.

Ditemui di rumahnya, Frans Sosang menungkapkan bahwa mereka tidak memasuki wilayah hutan, bahkan menunjukkan bukti-bukti kepemilikan atas tanah di Kelurahan Rantekalua.

Mulai dari Sertifikat, pajak, Surat Keterangan, bahkan Surat Bukti Laporan Polisi(LP). Surat Bukti LP saat ibunya yang bernama Yohana Batara Sosang alias Mama Eva melaporkan Kegiatan di Pembibitan BPDAS Saddang tahun 2016 silam.

"Keberadaan Pembibitan BP-DAS Saddang kala itu, rencana awalnya memang ditempatkan di Tallang Sura' Wilayah Lembang Marinding, namun karena kondisinya tidak memungkin karena kendala akses jalan sempit, dan air susah" ungkap Frans Sosang.

Kemudian dipindahkan ke lokasi sebelumnya, yang telah pernah dikontrak di lokasi Saruran Balanda, Kelurahan Rantekalua, lanjutnya.

Meskipun lokasinya telah dipindahkan, nama Pembibitan masih menggunakan Marinding karena sesuai data di Pusat, imbuhnya.

Jadi lokasi pembibitan BP-DAS Saddang termasuk di dalamnya lokasi kami,bukti Sertifikat,tegas Frans Sosang alias Papa' Laso'.

Ditambahkan Sismay Eliata Tulungallo sering disapa Pong Hera, penamaan lokasi pembibitan masih tertera Marinding, bukan menandakan bahwa lokasi saat ini dalam wilayah pemerintahan Lembang Marinding.

Dicontohkannya, Kantor Pos Dan Giro Mebali, berada di Getengan.

Beberapa fakta terkait lokasi Mapongka yang dibeberkan Frans Sosang dan Sismay Eliata Tulungallo:

1) Tanah yg dibuka dan dikapling,bahkan ada yg sudah terjual trmasuk Wil. Kel Rantekalua.

2) Tanah yg dimaksud termasuk Wil adat Tampo

3) Lokasi Pembibitan(BP DAS Saddang) adalah milik Yohana Batara Sosang, bukti Sertifikat (data terlampir)

4) Lokasi Pembibitan awalnya di Tallang Sura Marinding, namun lokasi tidak memadai, dipindahkan ke Mapongka (plang nama tetap dipakai Marinding)

5) Oleh Pemkab THN 2012 (Bupati Theopilus Allorerung) dikontrakkan ke BP DAS Saddang, selama 15 THN (2012-2027)

6) Bahkan sekurangnya 53 sertifikat lain sudah diterbitkan (Tanah Adat Milik Pribadi)

7) dalam SK Kemenhut telah dilepaskan areal hutan Mapongka untuk tujuan Kota Satelit dan Bandara (usul Pemkab Tator Theopilus Allorerung selaku Bupati)

8) Pelepasan hutan THN 2019, lampirannya hilang menurut staf DLHD

9) Dalam Waktu Dekat Masyarakat Adat Mengkendek akan menggelar Kombongan untuk itu,  dan akan dihadiri Anggota DPR-RI,DPRD Sul-Sel, DPRD Tator bahkan Kehutanan dan BPN akan diundang.

10) Dalam Wil Mapongka yg diklaim Kehutanan terdapat Situs Adat Liang,dsb milik Tobo (Pangngala Tondok)

"Dalam waktu dekat, kami Masyarakat Adat akan menggelar Kombongan, dan akan dihadiri anggota DPR-RI, DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, DPRD Tana Toraja, Masyarakat Dan Tokoh Adat Mengkendek, bahkan kami akan undang pula BPN dan Kehutanan" ungkap Pong Hera.

Kegiatan Kombongan adalah lanjutan dari pertemuan Tokoh Adat Marinding dan Tampo di Kantor Kelurahan Rantekalua beberapa waktu lalu, lanjunya.

"Kami minta rekan-rekan Pewarta bisa hadir meliput kegiatan Adat ini"harapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kantor ATR/BPN, Dekasius Sulle,menyebutkan Sertifikat adalah Tanda  Bukti kepemilikan tanah yang kuat.

" Sertipikat adalah tanda bukti pemilikan tanah yg kuat bukan mutlat artinya sistim pendaftaran tanah di indonesia mengunakan sistem pendaftaran negatif bertendesi positif apabila ada orang lain yg dapat membuktikan, sebaliknya di pengadilan bahwa tanah tersebut miliknya dan dikuatkan dgn putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap maka sertipikat tersebut dapat di batalkan" tegas Dekasius Sulle.(Tim)


About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top