Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Sengketa Tanah Lapangan Gembira, Kecamatan Rantepao Kabupaten Tana Toraja terus berlanjut, Ratusan massa dari perwakilan elemen masyarakat Toraja Utara hari ini mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Tana Toraja, Kamis (4/6/2020).

Bupati, Ketua DPRD, beserta beberapa orang anggota DPRD hadir memberi dukungan. Tokoh Adat, Pemuda Adat, Organisasi KNPI, Ikatan Alumni, bahkan simpatisan Mahasiswa tumpah ruah di depan Kantor Pengadilan.

Bergantian membawakan orasi, tampak jelas tekad mereka " Misa' Kada Dipotuo, Pantan Kada Dipomate" sebuah ungkapan dalam bahasa Toraja sebagai tekad bersatu kita hidup, berbeda pendapat kita mati, setara dengan ungkapan "Bersaru Kita Teguh, Bercerai Kita Runtuh".

Diawali Orasi dari Tokoh Adat Toraja, Tilang Tandirerung alias Pong Barumbun, yang menuturkan asal-muasal tanah bekas lapangan gembira, bahkan dengan tegas diungkapkan bahwa Tana tersebut adalah tanah Adat.

Yulius Dakka, aktifis LSM Forum Peduli Toraja menekankan pada prinsip kinerja aparat Hukum di PN Tana Toraja. Bahkan menjelaskan kronologis sengketa tanah bekas lapangan Gembira (Pacuan Kuda di jaman Kolonial Belanda).

Belo Tarran, Ketua KNPI Toraja Utara (Torut) tampak mendominasi komando. Dengan mengenakan pakaian Adat Toraja, tampak kokoh berdiri di atas Armada Komando hari ini.

Terus bergantian, menyemangati, bahkan membacakan puisi, swmentara di dalam gedung Kantor Pengadilan Negeri Tana Toraja berlangsung Sidang Pengajuan Peninjauan Kembali (PK) sebagai Upaya Hukum Luar Biasa.

Menuding adanya kejanggalan dan tekanan oknum pejabat sehingga putusan Mahkamah Agung terkait Perkara Lapangan Gembira, kini ditempati lokasi SMAN 2 Rantepao, dan beberapa kantor dan fasilitas olahraga, para pemohon PK mengajukan 4 hal yang dijadikan Bukti Baru (Novum).

Ditengah orasi, yang berjalan kurang lebih 2 jam, nampak kedatangan Yosia Rinto Kadang, Wabup Torut beserta beberapa orang pengiringnya.

Suasana tampak terkendali, walaup sesekqli penggerak massa meneriakkan yel-yel untuk menyemangati peserta aksi.



Usai sidang, Dr.Kala'tiku Paembonan menyapa awak media dan memberikan keterangan tentang keyakinannya akan hasil  pengajuan PK nantinya, dengan dalih beberapa hal yang diajukan sebagai Bahan PK sangat mendasar.

Tim Pengacara Pemkab Torut, terdiri dari beberapa orang. Diantaranya Pither Singkali, SH, MH. Ditemui usai sidang, dirinya menyebut mengajukan PK dengan beberapa bukti baru.


Tampak awan hitam menyelimuti langit diatas halaman Kantor PN Tana Toraja tatkala perwakilan massa diizinkan memasuki halaman kantor, membentangkan beberapa spanduk bertuliskan keluh-kesah dan tekad perjuangan dan perlawanan mempertahankan tanah adat.

Kompak, dua Kapolres dalam pengawalan dan pengamanan jalannua unras hari ini, Kapolres Torut, AKBP Yudha Wirajati Kusuma, SIK, MH lebih sering berada diluar pagar dwpan Kantor PN Tana Toraja dan Kapolres Tana Toraja AKBP Gregorius Liliek T Irianto, SIK, MM berada di dalam halaman kantor.

Tampak pula Kajari Tana Toraja Jefry P. Makapedua beserta jajarannya.

Personil diturunkan untuk mengamankan aksi ini kisaran 200an orang. Siback-up Personi
 Kodim 1414/Tator, dipimpin Dandim.

Usai mendengarkan penjelasan Bupati, massa kembali ke Rantepao dengan tertib.(fb)








About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top