Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tongkonan Dulang, Lembang Marinding
Kecamatan Mengkendek
Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Perseteruan antara Masyarakat Adat dan Klaim Kehutanan menjadi masalah yang pelik?

Begitulah penulis menyebutnya, betapa tidak?
Dalam suatu kawasan yang diklaim kehutanan terkadang terdapat situs Budaya tertentu dan bahkan didiami penduduk lokal secara turun-temurun.

Liangna (Kuburan Batu) Tobo'
Seperti halnya Mapongka, yang santer saat ini diperdebatkan, bahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tana Toraja melalui Komisi III sudah melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Pemkab Tana Toraja, KPH (Kesatuan Pemangku Hutan) Saddang 1, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tana Toraja, Jumat (5/6/2020).
Simak videonya:



Menurut Piter Lande, Tokoh Adat dirinya akan mempertahankan tanah leluhurnya, bahkan sampai rela mati untuk itu, saat pertemuan Tokoh Adat Tampo dan Marinding di Kantor Kelurahan Rantekalua,Kecamatan Mengkendek, Kamis (4/6/2020).

Tak kalah garangnya, Sismay Eliata Tulungallo yang lebih akrab disapa  Pong Hera, menyebutkan bahwa masyarakat yang memotong 1 batang pinus saja ditangkapi pihak Kehutanan, sedangkan eskavator sebesar rumah sudah berbulan-bulan di lokasi Mapongka tidak dihentikan, karena memiliki alas hak yang kuat. Diungkapkan saat ditemui di Mengkendek, Minggu (7/6/2020).

Walaupun keluhan Ka KPH Saddang 1, Cornelia Paerunan saat RDP, dengan beberapa kali menegur menurutnya, tetap tidak diindahkan.

Telusur punya telusur, Tim Redaksi LEKATNEWS.COM, menemui Sismay Eliata Tulungallo di Tongkonan Dulang Marinding, mendapat penjelasan lebih detail.

Bahkan, diajak Menelusuri Jejak Tapak Leluhur Penguasa Di Mapongka, bahkan Tampo kala dahulu kala.
Simak videonya:

Masih Sismay, dirinya bersama 12 Pemangku Adat dari 12 Tongkonan dalam Wilayah Adat Marinding, 10 Pemangku Adat dari Wilayah Adat Tampo, dan juga 12 Pemangku Adat dari Wilayah Adat Sillanan, besok (Rabu,17 Juni 2020) akan menggelar Kombongan (Pertemuan Adat) di Tongkonan Rante Tampo membahas masalah Mapongka, bahkan akan dihadiri Anggota DPRD Provinsi Sul-Sel dan DPR-RI.

"Tolong disampaikan adik-adik Pewarta (Wartawan) untuk bisa hadir meliput dan mendengar kisah kesejarahan Kesatria Pemberani Tobo selaku Penguasa di wilayah Mapongka kala itu"harapnya.(FB)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top