![]() |
| AKP. Semuel To'longan (Kasatlantas Polres Toraja Utara) |
Diperparah lagi dengan trend pemuda tanggung dan remaja yang ugal-ugalan dijalan yang dapat menyebabkan kecelakaan bagi diri sendiri dan apalagi orang lain.
Dilain pihak, iring-iringan pengantar jenazah yang terlalu meunjukkan arogansi berkendara, dan bahkan tidak segan-segan menyusahkan pengendara lainnya.
Dari kerumitan persoalan pelik berlalu-lintas di Kabupaten Toraja Utara, dengan hadirnya Polres Toraja Utara demi mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, tentunya akan lebih dapat terkendali.
Kehadiran AKP. Semuel To'longan sebagai "Putra Daerah" diharapkan memberi spirit baru bagi terciptanya kondisi Aman dan Nyaman berkendara di wilayah hukum Polres Toraja Utara.
Saat ditanyakan tentang penerapan Protokol Kesehatan (Protokol Covid-19), Kasatlantas Polres Torut,AKP Semuel To'longan menjelaskan bahwa aktifitas berkendara bagi pengendara tetap normal seperti biasa.
" Hanya kami himbau melalui pengeras suara yang ada di Pos Lantas untuk ditekankan penggunaan masker, kemudian mobil yang membawa penumpang tetap atur jaraknya" tegasnya.
Sementara ntuk pelayanan samsat, sudah lama kami berlakukan protocol kesehatan, lanjutnya.
Terkait kurangnya kesadaran pengguna jalan, bahkan lebih tepat dikatakan Bandel, dibenarkan AKP. Semuel To'longan yang sebelumnya bertugas menjabat Kaurbin Ops Sat. Lantas Polrestabes Makassar.
"Betul pak, Sejak saya menjabat kasat lantas, target saya 2 bulan sudah tertib helm, namun ada wabah corona, kita agak mundur dulu, lanjut setelah Torut dinyatakan Zona Hijau, saya kembali lakukan penindakan khusnya helm, saya memakai sistem hunting dan stationer" terangnya.
"Agar budaya tertib berlalu lintas ada terlihat di toraja utara" imbuhnya lagi.
"Oh ya, untuk knalpot recing, jika kami menemukan, akan kami tindaki dgn penyitaan dan nanti kalau sdh terkumpul akan kami musnahkan" tutupnya.(red)
