Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Lembaga sekelas DPRD adalah representasi masyarakat yang seharusnya dapat mengenali, menyuarakan dan mewakili kepentingan masyarakat. Kehadiran lembaga ini menjadi strategis dikala terisi orang-orang yang "Peduli". Namun hal itu kurang dirasakan belakangan ini di Masyarakat Toraja, betapa tidak? Dua persoalan pelik yang dihadapi warga di Mengkendek begitu terabaikan, dengan berbagai alasan tak protokoler.

Sebut saja, kasus Lahan proyek pembangunan Bandara Buntu Kunik (BBK) sebuah Bandara Baru di Tana Toraja, yang sudah sekian lama belum tuntas hingga warga mengadu ke DPRD Tana Toraja untuk mendapatkan perhatian. Sudah berapa bulan, tak kunjung diundang mendengarkan pendapatnya, walaupun pimpinan dewan sudah mendisposisi ke Komisi III yang menangani.

Olehnya itu, para ahli waris atas Tanah Pitu Lombok menyurati semua pihak yang dirasa mampu untuk menyelesaikan masalah ini. Bahkan dalam waktu dekat akan bereaksi, ungkap Palagian Ranteallo.

Tidak hanya itu, Perselisihan pendapat antara masyarakat dan pihak kehutanan yang mengklaim tanah Adat sebagai kawasan hutan, di Mapongka Kelurahan Rantekalua' Kecamatan Mengkendek juga sudah disampaikan oleh warga ke DPRD Tana Toraja.

Menurut Frans Sosang Palondongan alias Papa' Laso', sudah berapa lama kami surati DPRD Tana Toraja untuk mendapat perhatian. "Kita sudah surati resmi, namun tidak juga kita diundang untuk dengar pendapat"kesalnya.

Informasi yang diterima Redaksi, terkait masalah Mapongka rencana dijadwalkan Minggu lalu. Informasi di terima dari salah seorang anggota Komisi III.

Dari pantauan LEKATNEWS.COM beberapa waktu yang lalu, bahkan Komisi III mengundang KPH Saddang I ( Cornelia Paerunan) dan BPN Makale (Dekasius Sulle) untuk Rapat Dengar Pendapat (RDP), namun pihak masyarakat yang justru merasa dirugikan tidak dihadirkan. Bahkan dari informasi salah seorang pemilik lahan (SHM) dirinya dilarang ikut pertemuan oleh Ketua KOmisi III, ada apa? Dewan mewakili kepentingan siapa? Ini yang Janggal?

Semoga kinerja Komisi III DPRD Tana Toraja mendapat perhatian dari Pimpinan DPRD Tana Toraja dan Pimpinan Partai yang diwakilinya.

Sebutan "Yang terhormat dan dihormati" selama ini selalu terdengar di Lembaga ini, semoga menjunjung "Sumpah Jabatan" yang katanya untuk Masyarakat, Konstituen yang diwakilinya.

Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Evivana Rombe Datu, melalui WhatsApp mengatakan akan mengecek kembali surat-surat masuk. Perhatian Politisi Partai NasDem ini patut diacungi jempol.(FB)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top