![]() |
| Penataan oleh Alex Nainggolan |
Penamaan Bandara Pongtiku diambil dari nama Pahlawan Nasional Pongtiku.
Sebelum digantikan Bandara Toraja (Buntu Kunik) di Mengkendek, Bandara Pongtiku mempunyai peran strategis, bahkan oleh kepemimpinan UPBU Pongtiku sebelumnya pernah dijadikan tempat Pemusatan Pelatihan AVSEC dalam lingkup Otban V Makassar.
Keberadaan (Bekas) Bandara Pongtiku, tentunya akan sangat bijaksana, apabila difungsikan mendekati fungsi awalnya, ungkap Ferryanto Belopadang, ditemui usai menemui Ka Bandara Toraja, Kamis (14/1/2020).
Lanjut Ferryanto selaku Direktur LSM LEKAT, dirinya sangat mengharapkan adanya alih fungsi yang sejalan dengan peruntukan awal.
![]() |
| Saat Bupati Tana Toraja Ir Nicodemus Biringkanae menyambut Kedatangan Bapak Presiden RI Joko Widodo (Ist) |
"Tidak semua Bandara pernah dikunjungi Presiden (RI 1), Bandara Pongtiku pernah didarati Pesawat Kepresidenan, jadi tidak asing lagi bagi Beliau (RI 1) Pak Jokowi jika membahas Bandara Pongtiku" ulas Ferryanto Belopadang.
"Kita sudah sampaikan kepada Kepala UPBU Toraja,Rasidin,S.Kom terkait hal itu, dimana fungsi Runway tidak mubazir kalau dijadikan Sekolah Penerbangan, karena masih nampak suasana bandara disitu" bebernya.
![]() |
| Kepala UPBU Toraja - Rasidin, S.Kom |
"Ada desas-desus, nantinya (Bekas) Bandara Pongtiku akan dijadikan Museum (Budaya), itu biasa2 saja, namun sangatlah tidak bijaksana jika Asset Kemenhub terhadap Fasilitas Penerbangan di (Bekas) Bandara Pongtiku di Kecamatan Rantetayo sangatlah strategis. Kita berharap Menhub dan Pemerintah Pusat mengkaji hal ini" tegas Ryan, panggilan akrabnya.
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang konsern di bidang Kajian, memang selama ini sangatlah aktif memberikan saran,tanggapan dan Kajian demi terwujudnya Pemerintahan di Tana Toraja, dimana Rakyat mencintai Pemimpinnya.
"Slogan kita, Membela Masyarakat, Membantu Pemerintah" harus menjadi roh dari LSM LEKAT" ungkap Ryan.(TIM)





