TKD (Tenaga Kontrak Daerah) tidak hanya menanti diterbitkannya SK (Surat Keputusan) juga yang paling menyakitkan hingga November horor tidak juga diberikan.
"AQ d ***** tp, BKN slhx keuangan, tp blm ada SK u/ patokan pmbayaran" tulis salah seorang di Group Honorer.
Kondisi yang sangat mempeihatinkan!!!
"Pg, gmn kita sbnarx apa kita mau trima SK dan gaji atau padamu negri 🙈" jerit honorer lainnya, Senin (8/11/2021).
Seakan sudah tidak punya hati, teganya mereka ditelantarkan dimasa pandemi covid-19.
" Pak Wakil (Bupati) berhati mulia, tahu kesusahan kami, pernah kami dibantu sembako" ujar salah seorang honorer di salah satu dinas dengan mata berkaca-kaca, Sabtu (6/11/2021).
Itu dari sisi para honorer, bahkan disana-sini selalu saja honorer jadi "Buah-Bibir" meski Pemda tak bergeming.
Kuncinya, para honorer menanti nyali Dewan untuk mengambill "Hak Interpelasi" dalam kondisi ini.
Berita terkait:
https://www.lekatnews.org/2021/10/honor-tkd-dibarakan-paling-lambat.html
"Ini jurus terakhir (Rekomandasi)" tegas Welem Sambolangi,SE dalam RDP.
"Sudah saya laporkan, hasil Verifikasi, tinggal Bupati" tangkis Sekda, saat ditemui usai RDP di DPRD.