Mamasa, LEKATNEWS -- Ribuan warga bersama Pemerintah Kabupaten Mamasa memadati Lapangan Kondosapata pada Rabu malam (03/09/2025) dalam acara penyalaan 1.000 lilin dan doa lintas agama untuk perdamaian Indonesia. Kegiatan ini digelar sebagai respons atas merebaknya aksi-aksi anarkis di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.
Acara diawali dengan doa bersama lintas agama yang dipimpin secara bergantian oleh tokoh Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Aliran Kepercayaan.
Doa dipanjatkan agar bangsa Indonesia tetap diberkahi keselamatan, kedamaian, dan persatuan di tengah dinamika sosial, politik, dan ekonomi yang sedang dihadapi.
Video terkait:
https://www.facebook.com/share/v/1RxpQpbUZg/
Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini mencerminkan komitmen masyarakat Mamasa menjaga persaudaraan dan persatuan.
“ππππππ’ πππππ π¦πππ πππ‘π ππ¦ππππππ πππππ πππ πππππβ ππβππ¦π βππππππ, ππβππ¦π ππππ ππ’ππππππ, πππ ππβππ¦π ππππ ππ‘π’ππ. ππππ πππ‘π πππππππ ππππππ‘π’π πππ π ππππππ πππππππππ‘ ππβπ€π πππ‘π πππππβ π ππ‘π’ πππππ π, π ππ‘π’ π‘πππβ πππ, πππ π ππ‘π’ π‘π’ππ’ππ: πΌππππππ ππ π¦πππ πππππ πππ π πππβπ‘πππ,” π’πππ πππππ.
Kegiatan ini juga dihadiri Kapolres Mamasa, Dandim 1428 Mamasa, Ketua DPRD, Kajari Mamasa, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa. Para pejabat tersebut memberikan apresiasi atas inisiatif penyelenggaraan kegiatan doa bersama dan penyalaan lilin perdamaian.
Puncak acara berlangsung khidmat saat ribuan lilin dinyalakan serentak, menerangi Lapangan Kondosapata. Cahaya lilin tersebut menjadi simbol kuat penolakan terhadap segala bentuk perpecahan dan kekerasan, sekaligus pesan moral bahwa masyarakat Mamasa berdiri teguh menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).,(π³ππ/red)
