Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5


Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Sebut kata Jas Merah, kita akan langsung teringat akan ungkapan Proklamator kemerdekaan RI, Bung Karno.

Presiden pertama yang sangat Fenomenal, karismatik. Disetiap kesempatan selalu digaungkan akan pentingnya mengingat sejarah "Jangan sekali-kali melupakan sejarah" kurang lebih petikan ungkapannya seperti itu, lebih dikenal istilah "JAS MERAH".

Bahkan diabadikan pada atribut salah satu Partai Besar di NKRI, PDI Perjuangan.
Berita terkait:
https://www.lekatnews.com/2020/05/bandara-toraja-sejarah-dan-nama-yang.html

Politisi PDI Perjuangan, Ketua DPC, Wakil Ketua DPRD Tana Toraja Yohanis Lintin Paembongan, S.Th menyebut jangan lupakan jasa Pak Amping, saat kita mengurai sejarah hadirnya bandara baru di Toraja.

"Jangan kita melupakan jasa Pak Amping (Bupati Tana Toraja 2000-2010) kalau mengurai sejarah berdirinya Bandara baru di Toraja.


Awal mula visibility study pengembangan Bandara di Toraja, ungkap Yohanis Lintin Paembongan,S.Th.

Lanjutnya, Ada 3 alternatif yang disurvey:

1. Bandara Pongtiku di Rantetayo (menambah panjang landasan pacu)

2. Kambuno (kawasan hutan di Nanggala)

3. Mapongka (Mengkendek yg akhirnya disebut Buntu Kunik)

Berdasarkan kajian konsultan dan Kemenhub, Mapongka dianggap yang paling visibel.

Study itu dilakukan di jaman Pak J. A. Situru sebagai Bupati dan Pak Kambuno sebagai Kadis Perhubungan, tutur YL Paembongan,S.Th yang saat itu sebagai Anggota DPRD Tana Toraja.(FB)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top