Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Penantian yang tak pasti, akan menjadi pergulatan waktu yang berat bagi siapa saja.

Hal itulah yang dirasakan para Ahli Waris Puang Sesa Bonde, ahli waris sah atas tanah Pitu Buntu Pitu Lombok yang masuk dalam lokasi pembangunan Bandara Baru Di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja.

Sejak pemerintahan sebelumnya, kisruh kepemilikan atas tanah Pitu Buntu Pitu Lombok. Akhirnya melalui putusan Mahkamah Agung RI,. Ahli waris Puang Sesa Bonde yang terdiri dari 12 orang sah sebagai pemilik lahan Pitu Buntu Pitu Lombok.

Dan baginya berhak mendapatkan 2/3 bagian dari uang ganti rugi yang diberikan sebelumnya. Salah bayar menjadi bahasa dalam putusan Mahkamah Agung RI.

Seyogianya, Pemerintahan saat ini menarik kembali uang yang telah diterima pihak yang tidak berhak, walaupun dengan upaya paksa dapat dilaksanakan.

Pembiaran penyerahan uang ganti rugi yang seharusnya diterima Ahli Waris adalah bentuk penyangkalan terhadap Putusan MA, ungkap Direktur LSM LEKAT.

Menurut Ferryanto Belopadang, Selaku Direktur LSM LEKAT, tidaklah sulit bagi Pemkab Tana Toraja untuk melakukan itu, bahkan Kejaksaan dan Kepolisian dapat diminta untuk mewakili Negara dalam hal ini.

Komunikasi Pemkab Tana Toraja, sebelumnya hanya jika akan ada kunjungan petinggi negara.

"Mereka (Ahli Waris) bahkan sudah beberapakali diundang Bupati, namun tidak ada kesepakatan"jelasnya.

Bahkan Lembaga Terhormat sekelas DPRD Tana Toraja sebagai representasi Rakyat, telah disurati dan bahkan sampai saat ini tak kunjung diundang untuk didengar pendapatnya, kesal Ferryanto.

Bahkan, lanjutnya, Besok, Rabu (20/5/2020), bertepatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Pimpinan dan Anggota Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) malah lebih tertarik membahas usulan nama pengganti Bandara Buntu Kunik (BBK) bersama Bupati, Kepala Kantor UPBUPongtiku (Satker BBK), ketimbang memahas dan mendalami persoalan tuntutan hak atas ganti rugi tanah di lokasi BBK.

"Ada apa?"tanya Ferryanto, yang juga Ketua IWO Toraja Raya dan Pemilik Media LEKATNEWS.COM.

"Kalau mau melihat dan menyelami jeritan rakyat yg tanah diambil untuk Mega proyek BBK, dengan iming-iming dijadikan Bandara Internasional, seharusnya DPRD menghadirkan pula para pemilik lahan untuk mencarikan solusi terbaik"tegas Ferryanto Belopadang.(*!*)


About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top