Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Tana Toraja, LEKATNEWS.COM -- Tokoh Adat Tampo dan Marinding bertemu di Kantor Kelurahan Rantekalua' Kecamatan Mengkendek, Kamis (4/6/2020).

Dihadiri pentolan Adat, diantaranya Sismay Eliata Tulungallo atau Pong Hera, Piter Lande, Y.Tangkelembang, Frans S. Palondongan, MR.Patila, Aldi Pata'langi', Daniel Duma Patabang, dan Yan Rubinson M selaku Lurah Rantekalua.

Dalam pertemuan tersebut, Tokoh Adat kedua Wilayah Marinding dan Tampo menolak dikatakan bahwa Buntu Mapongka sebagai Kawasan Hutan Lindung atau istilah lainnya.

Termasuk membantah pemberitaan di media-sosial dan media online terkait statement anggota Komisi III DPRD Tana Toraja, Dr. Kristian HP Lambe tentang Buntu Mapongka.

Mereka (Para Tokoh Adat) akan tetap mempertahankan wilayah adat yang menjadi warisan leluhur.

Usai pertemuan, Sismay Eliata Tulungallo menjelaskan dirinya sangat menyayangkan pemberitaan sepihak, tanpa konfirmasi ke Tokoh Adat dan Pemerintah setempat.

Masih Pong Hera, yang menyebut dirinya sebagai generasi ke-9 dari seorang Kesatria Pemberani bernama Tobo' yang awalnya menduduki lokasi Mapongka.

"Mapongka bukan hutan lindung, tidak ada hewan endemik sebagai syarat dikatakan Hutan Lindung" tegas Pong Hera.(*)




About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top