Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Indeks Berita

[DEMI KEMANUSIAAN] Menjajal Medan Jalan Berlumpur dan Menanjak, Tim Relawan Bencana Longsor Sulbar (UPBU TORAJA) Menuju Mamuju, Rasidin,S.Kom : " Semoga Semua Tiba Dengan Aman"

Sabtu, 16 Januari 2021 | 20:44 WIB | 0 Views Last Updated 2021-01-19T14:47:47Z

Sulbar, LEKATNEWS -- Seperti diberitakan sebelumnya, Rasidin,S.Kom selaku Kepala UPBU TORAJA melepas keberangkatan Tim Relawan Bencana Sul-Bar di Kompleks Perumahan UPBU TORAJA siang tadi, Sabtu (16/1/2021).

Usai breefing dan doa bersama, Rasidin,S.Kom "Membekali" kesepuluh anggotanya yang berangkat dalam Tim Relawan Bencana Sul-Bar.


"Saya harapkan semua menjaga keselamatan dan kekompakan, semoga semua aman-aman tiba di lokasi, ini demi kemanusiaan, Lillahi Ta Allah" harapnya dengan doa.


Kini rombongan Tim Relawan (UPBU TORAJA) Bencana Sul-Bar sudah melewati kota Mamasa, kita semua berharap dan ber-Doa semua semua dilancarkan dalam perjalanan menuju dan kembali dari Lokasi. Mereka-meraka juga sebagai "Duta Toraja" mewakili semua masyarakat Toraja yang peduli.





Dilain pihak, Pihak Polres Tana Toraja sementara menyiapkan juga banuan yang akan diantarakan ke Sul-Bar, bahkan Awak Media dari berbagai media akan ikut berpartisipasi.

Kondisi Di Lokasi Bencana Gempa Sul-Bar


Menurut data BMKG, gempa Majene guncangannya dirasakan di daerah Majene dan Mamuju pada skala IV-V MMI serta Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara, dan Mamasa pada skala III MMI. Pada skala III MMI getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berlalu.

Sebelumnya, gempa berkekuatan Magnitudo 5,9 juga melanda kawasan itu, Kamis (14/1/2021), pukul 13.35.49 WIB atau sekitar pukul 14.30 Wita. Data BMKG menyebut, gempa Majene pertama ini juga bersifat merusak karena guncangan gempa mencapai skala intensitas VI MMI. Bahkan tidak hanya merusak, gempa pertama juga memicu dampak ikutan gempa (collateral hazard), berupa runtuhan batu (rockfall) di tebing-tebung perbukitan.


Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono kepada mengatakan, gempa pertama Majene dirasakan juga hingga ke seberang pulau. (dikutip dari:liputan6.com)

"Dilaporkan banyak warga di Kabupaten Paser dan Balikpapan di Kalimantan Timur ikut merasakan guncangan gempa Majene," katanya.


Daryono mengatakan, gempa Majene pada Kamis siang dipicu sumber gempa Sesar Naik Mamuju (Mamuju Thrust). Sesar ini di lepas pantai sebgai fold-thrust-belt yang sangat aktif. Hal ini sesuai sengan analisis mekanisme sumber BMKG yang menunjukkan pergerakan naik (thrust fault).


"Pusat gempa Majene ini sangat berdekatan dengan sumber gempa yang memicu tsunami pada 23 Februari 1969 dengan kekuatan 6,9 pada kedalaman 13 Km," katanya.

Saat itu, gempa dan tsunami menyebabkan 64 orang meninggal, 97 orang luka-luka, dan 1.287 rumah dan tempat ibadah mengalami kerusakan. Dermaga pelabuhan pecah, timbul tsunami dengan ketinggian 4 meter di Pelattoang dan 1,5 m di Parasanga dan Palili.


"Sesar Naik Mamuju memiliki magnitudo tertarget mencapai 7,0 dengan laju geser sesar 2 milimeter/tahun sehingga sesar ini memang harus diwaspadai karena mampu memicu gempa kuat," katanya.(dikutip dari liputan6.com). Dokumen foto berbagai sumber.(FB)