Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Ayo Pakai Masker

Ayo Pakai Masker
TNI - Polri

Style4

Style5

Makassar, LEKATNEWS.COM -- Menyemangati Hari Bhakti Adhyaksa, menjadi spirit bagi Aparat Penegak Hukum (APH) di jajaran Korps Adhyaksa wilayah Sulawesi Selatan.

Beberapa kasus yang seharusnya ditangani tuntas karena telah menahun dan tidak ada kejelasan yang seharusnya didahulukan, ungkap Direktur LSM LEKAT, Senin (10/8/2020).

"Jangan ada tebang-pilih kasus yang sudah ditangani, jangan suka mencari kasus baru dan menumpuk Kasus, tanpa kejelasan Status"kesal Ferryanto Belopadang.

" Jangan pakai managemen Tukang Jahit, menumpuk Order dan kerja seadanya" ungkapnya pula.

Berdasarkan kondisi tersebut, melalui Surat Terbuka (Elektonik) pada Kajati Sul-Sel atas dasar pengaduan masyarakat.

Surat Terbuka sebagai berikut,

Kepada Yth
Kajati Sul-Sel
Di-
Makassar.

Dengan Hormat,

Bersama ini kami sampaikan beberapa hal terkait Penanganan Kasus Mapongka di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja.

Adapun inti aspirasi yang kami teruskan melalui surat ini, sebagai berikut:

Pokok-Pokok Pikiran (Aspirasi) Masyarakat Pengelola Lahan Mapongka, Dalam Wilayah Adat Tampo:
 1) Bahwa Wilayah Mapongka adalah termasuk dalam Wilayah Adat Tampo - Mengkendek

 2) Bahwa Mapongka sejak dahulu kala dikelola oleh rumpun keluarga turunan Kestria Perkasa Tobo' Perintis Kampung/Pemukiman (Pangngala Tondok)

 3) Bahwa bukti-bukti peradaban sebagai saksi bisu dan bukti sejarah penuturan dari turunan Kesatria Perkasa Tobo' tidak dapat dikesampingkan dalam rencana, tindakan dan tujuan suatu kelompok tertentu walaupun berkedok negara (Penetapan Kawasan Hutan)

 4) Bahwa keberadaan pengelola, dan atau Pemilik (Bukti Sertifikat) tidak dapat dikesampingkan, karena Sertifikat sebagai Alat Bukti yang Sah

5) Bahwa sejak awal mengelola tanah warisan (Tanah Adat) TIDAK mendapat penghentian kegiatan oleh Pemerintah Setempat.

 6) Bahwa Sejak awal mengelola lokasi di Mapongka, secara perorangan maupun komunal atas dasar Kesadaran dan Niat Baik demi keberlangsungan generasi penerus.

 7) Bahwa Tindakan "Mengkriminalisasi" Masyarakat yang mengelola tanahnya di Mapongka sebagai Tanah Adat Milik Pribadi (Dibuktikan dengan Sertifikat) sebagai bentuk Kejahatan Kemanusiaan.

 8) Bahwa demi ketentraman kehidupan masyarakat pemilik lahan pengelola lahan Mapongka (yang kini diklaim Kehutanan sebagai Kawasan Hutan Produksi) untuk segera dikembalikan kepada masyarakat sebagai selaku Warga Negara perlu mendapatkan perlindungan.

 9) Bahwa demi ketentraman dan jaminan berusaha diatas tanah milik (Bukti Sertifikat) dan atau Tanah Adat Milik Pribadi, kami mohon Aparat Penegak Hukum (APH) dapat memproses secara Arif dan Bijaksana dengan mempertimbangkan Penguasaan Fisik sejak leluhur kami.

 10) Bahwa demi Keadilan Yang Berketuhanan Yang Maha Esa, kami mohon Presiden RI Bapak H Joko Widodo dapat melindungi Hak kami atas tanah yang kami miliki sejak dari Orang Tua, dan atau atas penetapan Hak Adat Toraja dalam wilayah Adat Tampo yang meliputi Mapongka dan sekitarnya.

Demikianlah surat terbuka ini kami sampaikan atas nama masyarakat yang telah memiliki sertifikat dan yang sementara mengurus sertifikat berdasarkan Surat Penguasaan sejak puluhan tahun silam.

                                                                                                                 Hormat Kami,
                                                                                                          Direktur LSM LEKAT


                                                                                                                       (TTD)


                                                                                                          Ferryanto Belopadang


Tembusan: 
Disampaikan Kepada Yth,
1. Presiden RI Di Jakarta
2. Kejagung RI Di Jakarta
3. Ketua KOMNAS-HAM Di Jakarta
4. Gubernur Sulawesi Selatan Di Makassar
5. Kapolda Sul-Sel Di Makassar.
5.Arsip

Berita terkait:
https://www.lekatnews.com/2020/07/lekat-penyidik-kejati-harus-menelusuri.html

https://www.lekatnews.com/2020/08/tindakan-tim-penyidik-kejati-menyita.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/mapongka-tanah-adat-rumpun-keluarga.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/pemilik-sertifikat-di-kawasan-adat.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/mapongka-pemilik-sertifikat-minta.html

https://www.lekatnews.com/2020/06/lekat-stop-usik-masyarakat-adat-di.html


Surat terbuka diatas disampaikan dengan maksud pihak terkait dapat memahami dan melindungi masyarakat yang resah dan membutuhkan perlindungan akan Haknya sesuai Bukti Otentik yang dimiliknya.(TIM)

About Lekat News

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment


Top